Tugas Teknik Infrastruktur e bisnis

Nim        :  a12.2009.03681
nama      :   riyan jumiko
kelp        : A12.6603


A.Infrasturuktur E-buisnes

          Memberikan Pengertian dan Kehalian Kepada Saya Pribadi  Berkaitan Dengan Tekhnologi Membangun Sebuah Sistem E-commerce dan E buisness .Hal ini di berikan suatu konsep mengenai aspek bisnis,teknologi jaringan dan infrastruktur,yang terkait dalam e bisnis .pada akhirnay mahasiswa dapat melakukan analisis terhadap suatu tekhnologi dan infrastruktur yang sesuai untuk sebuah sistem e bisnis dan e commerce

Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi dalam mengimplementasikan e-business.
Jenis-jenis Jaringan
Jaringan telekomunikasi dibanyak perusahaan dipergunakan untuk melakukan e-commers dan mengelola operasi internal yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

1. Local Area Network (LAN)
2. Wide Area Network (WAN)
3. Value-added Network dan
4. Internet

Software Komunikasi
Software komunikasi mengelola aliran data melalui suatu jaringan. Software komunikasi didesain untuk bekerja dengan berbagai jenis peraturan dan prosedur untuk pertukaran data. Software ini melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut:
1. Pengendalian akses
Software ini berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan antar-berbagai peralatan; secara otomatis memutar dan menjawab telepon; membatasi akses hanya pada para pemakai yang berwenang; serta membuat parameter seperti: kecepatan, mode, dan arah pengiriman.

1. Pengelolaan jaringan
Pada software ini berfungsi untuk mengumpulkan data untuk memeriksa kesiapan peralatan jaringan untuk mengirim atau menerima data; membuat aturan antri untuk masukan dan keluaran; menetapkan prioritas dalam sistem,mengirimkan pesan; dan mencatat aktivita, penggunaan, dan kesalahan dalam jaringan.

1. Pengiriman data dan file
Software ini berfungsi untuk mengontrol pengiriman data, file dan pesan-pesan diantara berbagai peralatan.

1. Pendeteksi dan pengendalian atas kesalahan
Software ini berfungsi untuk memastikan bahwa data yang dikirim benar-benar merupakan data yang diterima.

1. Keamanan data
Software ini berfungsi untuk melindungi data selama pengiriman dari akses pihak yang tidak berwenang.


CONTOH PENERAPAN E-BUSINESS :

Sebuah Perusahaan X merupakan perusahaan meubel kayu, yang membutuhkan kayu sebagai bahan baku atau bahan dalam pembuatan meubelnya, maka di perlukan Perusahaan Y yang merupakan supplier kayu. Dimana Perusahaan Y tersebut adalah rekan kerja bagi perusahaan meubel tersebut dansebagai SCM bagi perusahaan meubel. Perusahaan Y akan meyediakan kayu yang dibutuhkan oleh Perusahaan X. Kemudian Perusahaan X membentuk CRM yang dinamakan Bagian Pelayanan Customer, dimana CRM ini berfungsi untuk melayani customer dalam hal penjualan produk Perusahaan X kepada customer dan sebagai database customer. Dengan informasi ini maka pihak manajemen dan pemasaran bisa mempelajari kebutuhan pelanggan secara detail dan mampu untuk merencanakan produk atau membuat penawaran kepada para pelanggan atau juga mengetahui secara detail produk-produk lain apa saja yang sudah dibeli oleh pelanggan. Lalu perusahaan X juga membentuk ERP untuk terciptanya optimalisasi dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki perusahaan, misalnya dalam hal informasi, biaya, tenaga kerja, material, bahan baku, mesin-mesin produksi, produk jadi, dan lain sebagainya. Keseluruhan dari penggunaan SCM, CRM dan ERP dalam perusahaan X dapat dikatakan sebagai sebuah sistem E-business dalam kegiatan perusahaannya


B.Tekhnologi yang mendukung tekhnologi infrastruktur e bisnis dalam perkembangan webiste sebagai sarana pendukung teknologi 

ALAMAT WEB:WWW.E-PRODIGI.COM


Pada prinsipnya, e-Business kerap didefinisikan sebagai “aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi”. Perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi (teknologi informasi) yang sangat pesat dewasa ini telah mengakibatkan terjadinya revolusi di dunia perdagangan danindustri. Jika dahulu transaksi bisnis yang harus dilakukan secara tatap muka (face-toface), melibatkan sejumlah fasilitas dan sumber daya fisik (office and paper), dan mempertukarkan barang dan jasa terkait dengan uang kertas atau receh; maka pada saat ini transaksi serupa dapat dilakukan oleh siapa saja dan dari mana saja secara fleksibel (tanpa harus bertemu muka), dilakukan dengan menggunakan peralatan elektronik (komputer, personal digital assistant, dsb.) dan internet, dimana proses pembayaran dilakukan melalui mekanisme transfer informasi keuangan (credit card, digital money, dsb.)
 Para praktisi bisnis harus melihat fenomena ini sebagai suatu tawaran kesempatan untuk dapat meningkatkan kinerja bisnis dari berbagai segi secara signifikan, karena banyak sekali hal yang dapat dilakukan seperti: memperbaiki efisiensi, efektivitas, transformasi industri, dan lain sebagainya. Intinya adalah, jika praktisi bisnis melihat adanya sumber daya fisik atau proses bisnis yang saat ini dapat didigitaliasikan, maka disitulah kesempatan konsep e-Business dapat diimplementasikan.

Syarat utama yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan yang ingin mengimplementasikan konsep e-Bussiness adalah bahwa manajemen perusahaan benarbenar memahami filosofi dasar dari konsep e-Business (bukan sekedar ikut-ikutan atau latah belaka). Setelah itu, barulah dua hal penting yang harus dimiliki, masing-masing adalah: kemauan dan kemampuan. “Kemauan” artinya adanya keinginan, inisiatif, komitmen, dan dukungan dari segenap pimpinan dan manajemen perusahaan untuk mengimplementasikan konsep e-Business di institusi yang dikelolanya. Mengapa aspek “kemauan” tersebut diperlukan karena sering kali inisiatif penerapan prinsip e-Business memerlukan paradigma dan pandangan baru terhadap bagaimana cara-cara mengelola bisnis (misalnya: prosedur kerja berbasis proses yang sifatnya lintas fungsi) dari segenap sumber daya manusia perusahaan. Bahkan tidak jarang ditemukan proyek penerapan eBusiness yang dilakukan secara simultan dengan program manajemen perubahan (change management). “Kemampuan” berarti perusahaan memiliki sumber daya yang cukup untuk mewujudkan “kemauan” tersebut, seperti: sumber daya manusia dengan kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan, dukungan finansial yang memadai, keberadaan fasilitas teknologi informasi terkait (aplikasi, database, komputer, internet, dan infrastruktur), dan kerjasama kondusif dengan berbagai mitra bisnis (vendor, pemasok, lembaga keuangan, dan lain sebagainya).

Sebagian besar dari sumber daya tersebut merupakan komponen utama dari sebuah konsep e-Business, yaitu: proses bisnis yang akan men-drive aplikasi, data/informasi yang akan men-drive database, teknologi yang akan men-drive perangkat keras dan infrastruktur, dan stakeholders (mereka yang berkepentingan) yang akan men-drive sumber daya manusia (user dan pengembangsistem e-Business), dan sistem governance (seperti kebijakan, prosedur, job description,dan lain-lain).
Pada prinsipnya, seluruh perusahaan – tanpa perduli ukuran dan jenisnya – dapat menerapkan konsep e-Business. Hal ini disebabkan karena dalam proses penciptaan produk maupun jasanya, setiap perusahaan pasti membutuhkan sumber daya informasi. Karena berbagai fungsi dan proses bisnis membutuhkan data/informasi, maka bagaimana informasi tersebut diciptakan dan didistribusikan merupakan hal yang krusial untuk dikelola perusahaan. Salah satu fitur dari konsep e-Business adalah menawarkan caracara penciptaan, penyimpanan, pengolahan, dan pendistribusian informasi yang efisien dan efektif di dalam sebuah perusahaan maupun antara perusahaan dengan stakeholdernya (supplier, customer, mitra bisnis, vendor, dan pihak lain yang berkepentingan). Contohnya adalah sebuah perusahaan skala kecil di Legian (Bali) yang memanfaatkan teknologi internet untuk menjual (mengekspor) ribuan layangan ke Australia pada saat musim panas, atau perusahaan skala menengah di Jepara yang berhasil menggunakan situs untuk mempromosikan dan melakukan transaksi jual beli furniture ke negara-negara Eropa.
“Marketspace” adalah arena di dunia maya (internet), tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli secara bebas seperti layaknya pasar di dunia nyata (marketplace). Contohnya di Indonesia adalah bertemunya calon pembeli dan calon penjual saham di bursa virtual (misalnya melalui aplikasi remote trading) sehingga yang bersangkutan tidak perlu harus bertemu dan bertatap muka di lantai bursa, atau bertemunya calon pembeli dan calon penjual berbagai barang dengan menggunakan metode lelang (auction) di internet. Mekanisme yang terjadi di marketspace pada hakekatnya merupakan pengejawantahan dari konsep “pasar bebas” dan “pasar terbuka”,dalam arti kata siapa saja terbuka untuk masuk ke arena tersebut dan bebas melakukan berbagai inisiatif bisnis yang mengarah pada transaksi pertukaran barang atau jasa. Jika penggunaan database dan homepage tersebut mengarah pada usaha-usaha agar terjadi inisiatif pertukaran barang atau jasa secara langsung maupun tidak langsung, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut berada dalam tahap awal pengembangan e-Business. Beberapa pakar e-Business menyebut fenomena dipergunakannya homepage dan database statis pada tahap awal pengembangan awal e- Business ini dengan istilah “brochureware”. Sementara sejumlah praktisi manajemen menganggap bahwa sebuah perusahaan telah benar-benar menerapkan konsep e-Business jika sebagian besar proses bisnis dan sumber daya informasinya telah secara signifikan (dan mayoritas) dikelola dengan menggunakan beragam teknologi informasi (terutama internet).

Contoh Pemgembangan e bisnis dalam teknologi website 
Dengan e-bisnis dalam penerapan nya merupakan tekhnologi yang baik...
salah satu contohnya:
1.pelangan silakan Mengakses Alamat www.prodigi.com
2.pelanggan memilih sesuai kebutuhan barang..apa yang mau di beli…

3.Cara membeli nya juga masi mengunakan system pembayar online atau biaya yang sudah di bayar di konfirmasi dahulu



4.letaknya nya lumayan terjangkau dan situs terpercaya



C. teknologi pengunaan perbandingan antara ebay dan amazon.com dalam internet

What type of business model has eBay adopted? Compare and contrast it to the model adopted by Amazon.com?

Jawab.
e-bay menggunakan B2C model bisnis many to many (Pangsa pasar pelelangan digunakan oleh banyak pembeli dan penjual yang bisa menciptakan berbagai pelelangan pembeli’ atau penjual’ sehingga harganya optimal dinamis). eBay adalah perusahaan Internet Amerika yang mengelola eBay.com sebuah situs lelang online dan situs belanja di mana orang dan bisnis membeli dan menjual berbagai barang dan jasa yang luas di seluruh dunia. Sebagian besar penjualan terjadi melalui format lelang set-time, tetapi metode berikutnya termasuk segmen besar daftar di kategori “Buy it Now”.


Sedangkan amazone.com juga menggunakan B2C model bisnis many to many, dimana penujualannya merupakan retail buku dan berbagai jenis barang.
Why do consumers flock to eBay’s site? What kind of consumer value does the site offer?

Jawab

Karena penawaran pada gaya lelang eBay disebut penawaran proxy dan pada dasarnya adalah setara dengan sebuah lelang Vickrey

sebagian konsumen lebih menyukai mendapatkan barang yang diinginkannya secara langsung. Hingga mereka tidak harus menunggu batas waktu aution berakhir. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan seperti ini, eBay menyediakan apa yang disebut dengan Buy It Now, atau disingkat BIN. Atau bisa juga dengan cara mengunjungi eBay Store.


Selain Buy It Now dan eBay Store, eBay juga menyediakan sistem yang disebut dengan eBay Express. Sistem ini dibuat dengan meniru sistem belanja tradisional. Dengan eBay express ini, kita bisa membeli beberapa barang sekaligus dari beberapa pedagang, dalam satu kali transaksi.
How does b2b e-commerce differ from b2c e-commerce? What are the prospects of b2b e-commerce?

Jawab

B2B adalah pemasaran produk berupa barang/jasa atau transaksi-transaksi elektornik antara bisnis.

B2C adalah pemasaran produk berupa barang/jasa atau transaksi-transaksi elektronik dari bisnis ke Customer.

Perbedaan B2B dan B2C

Dari Jenis Produk :

B2B : Lebih Customized

B2C : Produk standard

Dari segi pemasaran :


B2B : Lebih terintegrasi, tidak hanya divisi penjualan saja melainkan melibatkan divisi-divisi lainnya, termasuk R and D.

B2C : Penjualan/pemasaran produk dan jasa disentralisasi oleh unit penjualan/pemasaran.

Dari positioning company :

B2B : Lebih memperhatikan “brand image” and “coorporate image” sehingga kualitas produk lebih terjamin.

B2C : Brand image tidak begitu berpengaruh, lebih memperhatikan pada varian produk dan kualitas produk.

Dari kuantitas dan harga produk :

B2B : Kuantitas penjualan barang lebih banyak sehingga ada discount harga atau special price, dan biasanya untuk dijual kembali.

B2C : Kuantitas penjualan barang lebih sedikit dibandingkan B2B, dan biasanya untuk dipergunakan sendiri.

Prospek B2B, dalam transaksi yang terjadi, misalnya penjualan produk dan jasa, antar perusahaan (B2B eCommerce) juga meningkat sangat pesat. Transaksi B2B eCommerce diperkirakan lima kali lebih tinggi dibandingkan B2C eCommerce. Berdasarkan riset Gartner Group, Inc., pasar B2B eCommerce dunia akan tumbuh dari US$ 145 miliar pada 1999 menjadi US$ 403 miliar pada 2000, dan US$ 953 miliar pada 2001. Tahun 2002, pasar tersebut akan meningkat menjadi US$ 2,18 triliun, dan pada 2003 revenue transaksi B2B eCommerce dunia diperkirakan sebesar US$ 3,95 triliun. Tahun 2004, B2B eCommerce akan merepresentasikan sekitar 7 persen dari prediksi US$ 105 triliun transaksi penjualan total global.(http://globaltechnology1.blogspot.com/2008/06/strategic-transformation-towards.htm ) sehingga dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat tidak tertutup kemungkinan ditahun-tahun berikutnya B2B akan semakin meningkat.
Describe some of the business models being employed in b2b e-commerce.
Jawab
Buyer-oriented (Satu pembeli dari banyak penjual)
Selller-Oriented (satu penjual kepada banyak pembeli)
Exchanges /Virtual Markets(banyak penjual kepada banyak pembeli)
Perbaikan rantai pasok dan perniagaan kolaboratif/ Collaborative Supply Chain Management (aktivitas selain dari penjualan dan pembelian antara patner busines, misalnya perbaikan rantai pasok, pengkomunikasian,pengkolaborasian dan sharing informasi untuk perancangan dan perencanaan gabungan).

What is b2e? What role is portal software playing in the development of these sites?
Jawab
B2E adalah layanan yang disediakan sebuah perusahaan pada karyawannya untuk memudahkan urusan karyawan dengan perusahaan







0 comments:

 
Powered by jum