Selamat Tahun Baru 2016 .Target tahun ini menikah dan buka usaha amin

TUGAS MAKALAH
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PENJURUSAN
DI SMA NEGERI 9 SEMARANG



                                                              NAMA :
                Riyan Jumiko                    (A12.2009.03681)
Sefian Dwi Anggoro          (A12.2009.03692)
               Eko Wahyu P.                    (A12.2009.03671)
R. Hadapiningsyah K.       (A12.2009.03787)
                                     Badru Zaman                     (A12.2009.03528)
             

KELP   :                   A12.4702

FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

SEMARANG

2013



Abstrak

Salah satu peran SPK dibidang pendidikan yaitu pada proses pengambilan keputusan untuk pemilihan jurusan siswa di SMA, yang sifatnya dapat membantu pengambil keputusan dalam memberikan alternatif– alternatif putusan jurusan yang tepat bagi siswa, dimana hasil keputusan dapat dijadikan sebagai bahan untuk membantu guru dalam mengambil keputusan. Untuk mendukung hal tersebut diatas maka diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang mampu memberikan dukungan terhadap proses penentuan jurusan yang tepat untuk siswa di SMA. Proses penentuan jurusan ini dengan cara mempertimbangkan kemampuan, bakat dan minat siswa terhadap suatu jurusan, dengan menggunakan logika fuzzy. Logika fuzzy berfungsi melakukan pemrosesan terhadap faktor kepastian dan ketidakpastian. Secara umum logika fuzzy dapat menangani faktor ketidakpastian secara baik sehingga dapat diimplementasikan pada proses pengambilan keputusan. Model logika fuzzy bekerja dengan menggunakan derajat keanggotaan dari sebuah nilai, kemudian digunakan untuk menentukan hasil yang diinginkan, berdasarkan aturan-aturan yang telah ditentukan. Sistem pendukung keputusan penjurusan siswa SMA ini dibangun dengan menggunakan microsoft visual basic 6.0 dan sql yog 205 sebagai databasenya, sehingga diharapkan dapat memberikan keputusan yang tepat dengan hasil yang terbaik dalam proses penentuan suatu jurusan.

 Kata kunci: Sistem pendukung keputusan, Logika Fuzzy, Pemilihan jurusan




I.                    PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah

Lembaga pendidikan seperti pendidikan SMA kerap kali membutuhkan suatu bentuk keputusan dalam memilih jurusan yang sesuai untuk siswa-siswi SMA. Keputusan yang diambil dalam memilih jurusan mungkin hampir benar sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat siswa atau mungkin juga salah. Pembuat keputusan harus benar-benar mempertimbangkan pilihan yang sesuai untuk penjurusan tersebut. Sehingga dibutuhkan sistem pendukung keputusan yang dapat mengklasifikasikan pola penjurusan siswa kelas II di SMA dengan mempertimbangkan kemampuan, bakat dan minat siswa terhadap suatu jurusan, dengan menggunakan logika fuzzy. Secara umum logika fuzzy dapat menangani faktor ketidakpastian secara baik sehingga dapat diimplementasikan pada proses pengambilan keputusan. Model logika fuzzy bekerja dengan menggunakan derajat keanggotaan dari sebuah nilai, kemudian digunakan untuk menentukan hasil yang diinginkan, berdasarkan aturan-aturan yang telah ditentukan. Logika fuzzy memiliki kemampuan untuk menjelaskan secara linguistik suatu sistem yang kompleks. Aturan-aturan dalam model fuzzy pada umumnya dibangun berdasarkan keahlian manusia dan pengetahuan heuristik dari sistem yang dimodelkan. Teknik ini selanjutnya dikembangkan menjadi teknik yang dapat mengidentifikasi aturan-aturan dari suatu basis data yang telah dikelompokkan berdasarkan persamaan strukturnya.

2.. LANDASAN TEORI

2.1 Sistem Informasi

Sistem informasi [1] adalah sekumpulan elemen yang bekerja secara bersama-sama baik secara manual ataupun berbasis komputer dalam melaksanakan pengolahan data yang berupa pengumpulan, penyimpanan, pemprosesan data untuk menghasilkan informasi yang bermakna dan berguna bagi proses pengambilan keputusan


2.2 Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan [1] adalah sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dalam memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai masalah yang semi terstruktur dan tidak terstruktur.


SPK terdiri atas 3 komponen utama atau subsistem, yaitu:

1.      Subsistem Data (Data Base)

Subsistem data merupakan komponen SPK sebagai penyedia data bagi sistem. Data disimpan dalan suatu rangkaian data (data base) yang diorganisasikan oleh suatu sistem yaitu Sistem Manajemen Pangkalan Data [2] (Data Base Management System). Pangklan data dalam SPK berasal dari dua sumber, yaitu sumber internal (dari dalam organisasi atau perusahaan) dan sumber eksternal (dari luar organisasi atau perusahaan).

2.      Subsistem Model (Model Base)

Model adalah suatu peniruan dari alam nyata [1] Pengolahan berbagai model dilakukan dalam pangkalan model. Penyimpanan berbagai model dalam pangkalan model dilakukan secara fleksibel untuk membantu pengguna dalam memodifikasi dan menyempurnakan model.

3.      Subsistem Dialog (User System Interface)

Subsistem dialog adalah [6] fasilitas yang mampu mengintegrasikan sistem yang terpasang dengan user secarainteraktif. Melalui subsistem dialog inilah sistem diartikulasi dan diimplementasikan sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem yang dirancang. Hubungan antara ketiga komponen ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini.





Gambar 2.1 Komponen Utama SPK (Daihani, 2001)


2.3 Logika Fuzzy


Logika Fuzzy adalah peningkatan dari logika Boolean yang mengenalkan konsep kebenaran sebagian. Di mana logika klasik menyatakan bahwa segala hal dapat diekspresikan dalam istilah binary (0 atau 1, hitam atau putih, ya atau tidak), logika fuzzy menggantikan kebenaran boolean dengan tingkat kebenaran.

Logika Fuzzy  [6] memungkinkan nilai keanggotaan antara 0 dan 1, tingkat keabuan dan juga hitam dan putih, dan dalam bentuk linguistik, konsep tidak pasti seperti "sedikit", "lumayan", dan "sangat". Dia berhubungan dengan set fuzzy dan teori kemungkinan. Dia diperkenalkan oleh

2.3.1 Fungsi Keanggotaan

Fungsi keanggotaan [3] (membership function) adalah suatu kurva yang menunjukkan pemetaan titik-titik input data ke dalam nilai keanggotaannya yang memeiliki interval antara 0 sampai 1

1. Representasi Kurva Segitiga
Fungsi keanggotaan segitiga ditandai oleh adanya 3 (tiga) parameter {a, b, c}, yang akan menentukan koordinat x dari tiga sudut.






Gambar 2.1. Representasi Kurva Segitiga

2. Representasi Kurva Bentuk Bahu

Himpunan fuzzy bahu digunakan untuk mangakhiri variabel suatu daerah fuzzy. Bahu kiri bergerak dari benar ke salah, demikian juga bahu kanan bergerak dari salah ke benar.




Gambar 2.2. Representasi Kurva Bentuk Bahu





2.3.2. Fungsi-fungsi Implikasi

Tiap-tiap aturan (proposisi) pada basis pengetahuan fuzzy akan berhubungan dengan suatu relasi fuzzy. Bentuk umum proposisi menggunakan operator fuzzy adalah:

If x is A then y is B Dengan x dan y adalah skalar, dan A dan B adalah himpunan fuzzy. Proposisi yang mengikuti If disebut sebagai anteseden, sedangkan proposisi yang mengikuti then disebut sebagai konsekuen. Proposisi ini dapat diperluas dengan menggunakan operator fuzzy, seperti: If (x1 is A1) ø (x2 is A2) ø (x3 is A3) ø ....... ø (xn is An) then y is B Dengan ø adalah operator (misal: OR atau AND).

2.3.3. Komposisi Aturan

Inferensi [5] diperoleh dari kumpulan dan korelasi antar aturan. Solusi himpunan fuzzy diperoleh dengan cara mengambil nilai maksimum aturan, kemudian menggunakannya untuk memodifikasi daerah fuzzy, dan mengaplikasikannya ke output dengan menggunakan operator OR (union). Jika semua proposisi telah dievaluasi, maka output akan berisi suatu himpunan fuzzy yang merefleksikan kontribusi dari tiap-tiap proposisi. Secara umum metode ini dapat dituliskan:


Csf [xi] = max(Csf [xi], Ckf [xi])
Dengan:
Csf [xi] = nilai keanggotaan solusi fuzzy sampai aturan ke-i
Ckf [xi] = nilai keanggotaan konsekuen fuzzy sampai aturan ke-i


2.3.4. Penegasan (Defuzzy)

Input dari proses deffuzy adalah suatu himpunan fuzzy yang diperoleh dari komposisi aturan-aturan fuzzy, sedangkan output yang dihasilkan merupakan suatu bilangan pada domain himpunan fuzzy tersebut

Sehingga jika diberikan suatu himpunan fuzzy dalam range tertentu, maka harus dapat diambil suatu nilai cripst tertentu sebagai output. Metode defuzzy pada komposisi aturan mamdani :

a) Centroid.
b) Bisektor.
c) Mean of Maximum (MOM).
d) Largest of Maximum (LOM).
e) Smallest of Maximum (SOM).


4.      ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Analisis Sistem

Sistem pendukung keputusan penjurusan siswa SMa ini adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengklasifikasikan pola penjurusan siswa-siswi yang naik kelas 2 SMA. Proses penjurusan tersebut  mempertimbangkan beberapa aspek yaitu nilai rapor, tes bakat dan minat siswa. Ada dua pengguna (user) yang dapat menggunakan sistem ini yaitu, Guru dan Biro Konsultasi. Biro Konsultasi dalam sistem ini sebagai pengolah data tes bakat siswa. Guru dalam sistem ini sebagai pengolah data siswa, data mata pelajaran, data nilai rapor dan data minat yang kemudian akan diproses menggunakan logika fuzzy. Guru dapat melakukan perubahan pada basis pengetahuan seperti menambah data, menghapus data dan
mengedit data sehingga Guru disebut sebagai admin.

5.      HASIL

Sistem pendukung keputusan ini menghasilkan sistem yang dapat membantu pengguna dalam memutuskan jurusan yang tepat bagi siswa berdasarkan perhitungan fuzzy dari masing-masing data nilai rapor, dan nilai minat. Dari data tersebut dihitung fungsi keanggotaannya masing-masing. Untuk melakukan proses penjurusan maka terlebih dahulu user memasukkan data tahun ajaran. Data tahun ajaran tersebut digunakan untuk mengecek siswa mana saja yang terdaftar di kelas satu pada tahun ajaran yang berlaku. Untuk mengetahui siswa mana saja yang terdaftar pada tiap jurusan, terlebih dahulu user memasukkan jumlah kapasitas kelas yang tersedia pada tiap jurusan, kemudian pada form penjurusan dan rangking akan keluar ipa ips dan bahasa  , untuk memproses data perhitungan fuzzy dan pemilihan jurusan yang sesuai dengan siswa tersebut. Jika terdapat jurusan yang jumlah siswanya melebihi kapasitas yang disediakan maka akan muncul pesan yang menyatakan berapa banyak jumlah siswa yang melebihi kapasitas dari jurusan tersebut. Sehingga akan muncul fasilitas untuk memindahkan jumlah siswa yang melebihi kapasitas dari jurusan tersebut ke jurusan lainnya yang masih menampung berapa banyak siswa sesuai dengan kapasitas yang disediakan. Untuk melihat form penjurusan dapat dilihat pada gambar 4.1.













6.      KESIMPULAN

Berdasarkan pada proses pembuatan sistem pendukung keputusan penjurusan SMA dengan metode logika fuzzy maka dapat disimpulkan bahwa :

1.      Logika fuzzy dapat diterapkan dalam memilih salah satu jurusan di SMA dengan kemungkinan hasil atau output yang yang lebih baik , karena setiap keluaran atau output data disertai atau diberikan nilai dukungan yaitu persentase kedekatan atau nilai keanggotaan (degree of membership).

2.      Dari logika fuzzy ini dapat ditentukan nilai keanggotan yang memenuhi  dalam target pemilihan dan dapat memenuhi kriteria pemilihan sehingga sesuai dengan kemampuan siswa.


7.      DAFTAR PUSTAKA

[1] Daihani, U.D. ,2001, Komputerisasi Pengambilan Keputusan, Elex Media Komputindo, Jakarta.
[2] Jogiyanto, H.M., 1997, Pengenalan Komputer, Andi, Yogyakarta.
[3] Kadir, A., 1999, Konsep Dan Tuntunan Praktis Basis Data, Andi, Yogyakarta.
[4 ]Kadir, A., 2004, Pemrograman Database dengan Delphi 7 menggunakan Access dan ADO, Andi,
[5] Yogyakarta. Kristanto, H., 1996, Konsep dan Perancangan Database, Andi, Yogyakarta.
[6 ] Kusumadewi, S, 2004, Aplikasi Logika Fuzzy untuk Pendukung Keputusan, Graha Ilmu, Yogyakarta.
[7]  Mangkulo, A.H., 2004, Pemrograman Database Menggunakan Delphi 7.0, Elex Media Komputindo, [8]Jakarta. Pressman, S.R., 2002, Rekayasa Perangkat Lunak (Pendekatan Praktisi), Andi Ofset, Yogyakarta.

TUGAS MENGHITUNG AHP

Tujuan : Menentukan Model Perkuliahanan Student Based Request
Kriteria :Intelektual
                                -Kreatifitas
                                -Motivasi
Alternatif            :-Auditorial
                                -Visual
                                -Kinestetik



Gambar. Hubungan tujuan, kriterian dan alternatif dalam AHP









Soal :



 

















 Penyelesaian :
CARA I
A. Pembobotan Kriteria






         Hasil diagram hierarki beserta nilai bobot kriteria yang telah diperoleh dapat dilihat pada gambardibawah ini:









Gambar. Hasil perhitungan bobot kriteria
B. Pembobotan Alternatif
    Susunlah matrik berpasangan untuk alternatif-alternatif bagi setiap kriteria, dan lakukan hal yang sama seperti pada pembobotan kriteria dengan cara iterasi dan mencari nilai eigennya masing-masing.

•   Pembobotan Intelektual




•              Pembobotan Kreatifitas






•              Pembobotan Motivasi






           Diagram bertingkat beserta seluruh nilai bobot yang diperoleh dapat dilihat pada gambar dibawah ini:




Gambar. Hasil akhir seluruh bobot

           Dari hasil analisis di atas, maka dapat diperoleh hasil prioritas pilihan dengan cara mengalikan matrik eigen dari alteranatif dengan matrik bobot kriteria :





Dengan demikian diperoleh Prioritas Pilihan urut sesuai hasil pilihan terbanyak :
Ranking I    = Visual
Ranking II   = Kinestetik
Ranking III  = Auditorial







SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN ESTIMASI HARGA CETAKAN




Latar Belakang

Manajemen PT. Dynaplaast membutuhkan alat Bantu yang dapat menghasilkan berbagai alternatif estimasi biaya cetakan dengan cepat dan akurat. Sistem perhitungan yang selama ini dilaksanakan masi secara manual. Sehingga setiap kali ada permintaan dari konsumen, harus melakukan penyusunan spesifikasi komponen cetakan dan perhitungan biayanya. Proses ini selalu dilakukan secara berulang walaupun sebelumnya pernah dilakukan perhitungan untuk suatu produk yang memiliki spesifikasi yang hampir sama. Dengan cara ini waktu yang diperlukan cukup lama yaitu sekitar 4 jam. Untuk menjawab persoalan yang dihadapi ole PT. Dynaplast yaitu memilih system informasi yang tepat dan berdasarkan berbagai alasan  maka system yang paling tepat untuk menangani permasalahan di PT. Dynaplast adalah Sistem Pendukung Keputusan.

Permasalahan


PT. Dynaplast adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang industri plastik dan perusahaan yang bergerak dibidang ini cukup banyak, sehingga penting bagi PT. Dynaplast untuk selalu memberikan produk dan pelayanan terbaiknya bagi konsumen. Untuk meningkatkan pelayanan pada konsumen, PT Dynaplast menghadapi berbagai kendala, diantaranya adalah proses perhitungan estimasi biaya yang masih lambat dan kurang akurat. Hal ini disebabkan karena proses perhitungan dimaksud masih dilakukan secara manual. Padahal setiap cetakan memiliki variasi yang sangat banyak, baik yang berkaitan dengan bahan baku maupun kekuatannya. Setiap alternatif memiliki konsekuensi biaya yang berbeda.
Karena perhitungan estimasi biaya masih dilakukan secara manual, maka waktu yang dibutuhkan untuk memberikan estimasi biaya kepada konsumen masih cukup lama yaitu sekitar 4 jam untuk setiap tiga sampai 4 alternatif.

Batasan

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka batasan permasalahan yang akan dikemukakan adalah :  system pendukung keputusan yang dapat membantu menentukan spesifikasi cetakan beserta estimasi biayanya dengan lebih cepat dan akurat.

Tujuan


            Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :
-         Untuk membantu mengambil keputusan dan memecahkan masalah dalam menentukan  spesifikasi cetakan
-         Untuk mengambil keputusan dalam menentukan estimasi biaya dengan lebih cepat dan akurat.



BAB II
ANALISIS

Permasalahan

Manajemen PT. Dynaplast membutuhkan alat Bantu yang dapat menghasilkan berbagai alternatif estimasi biaya cetakan dengan cepat dan akurat. Sistem perhitungan yang selama ini dilakukan masih secara manual. Sehingga setiap kali ada permintaan dari konsumen, PT. Dynaplast harus melakukan penyusunan spesifikasi komponen cetakan dan penghitungan biayanya. Proses ini selalu dilakukan secara berulang walaupun sebelumnya pernah dilakukan perhitungan untuk suatu produk yang memiliki spesifikasi yang hampir sama. Dengan cara ini waktu yang diperlukan cukup lama yaitu sekitar 4 jam.
Untuk menentukan jenis system informasi yang tepat dan dapat menjawab persoalan yang dihadapi oleh PT. Dynaplast system yang paling tepat untuk menangani permasalahan tersebut adalah Sistem Pendukung Keputusan.

Kebutuhan

Seperti yang sudah dikemukakan diatas system yang dipilih adalah system pendukung keputusan (DSS). Urut-urutan kerjanya adalah sebagai berikut : pesanan yang datang dari pelanggan akan dicek dengan database yang disediakan DSS. Dalam hal ini akan diperiksa apakah produk yang serupa dengan pesanan tersebut sudah pernah dibuat sebelumnya atau belum. Jika produk dari pesanan cetakan tersebut sudah pernah dibuat sebelumnya atau ada kemiripan dengan cetakan yang pernah dibuat, maka file cetakan produk yang sudah pernah dibuat tersebut dapat langsung dibuka.
Dari file cetakan yang sudah pernah dibuat tersebut dapat dilihat spesifikasi dan estimasi harganya, semakin mirip kedua jenis produk tersebut maka semakin besar kemungkinan bahwa pesifikasi dan estimasi harga keduanya sama. Jika keduanya mempunyai kemiripan yang besar maka data dari cetakan produk yang sudah pernah dibuat sebelumnya tersebut dapat langsung digunakan. Jika pada keduanya masih terdapat perbedaan yang harus diperhitungkan maka beberapa spesifikasi yang berbeda dari cetakan yang sudah pernah dibuat tersebut dapat dimodifikasi dan dilihat estimasi harganya, lalu spesifikasi yang baru tersebut dapat disimpan sebagai suatu file baru.
Jika cetakan yang dipesan tersebut tidak mempunyai kemiripan dengan yang sudah pernah dibuat sebelumnya maka data cetakan tersebut dapat dimasukkan sebagai file baru dan dalam file baru tersebut penyusunan spesifikasi dilakukan. Penyusunan spesifikasi dilakukan dengan memilih komponen-komponen penyusun spesifikasi yang diinginkan. Dari penyusunan komponen-komponen tersebut akan dihasilkan estimasi biayanya tersebut akan dicatat dalam suatu rangkuman data. Rangkuman tersebut akan membantu pengambil keputusan dalam menentukan spesifikasi yang dipilihnya beserta estimasi biayanya. Spesifikasi cetakan yang dipilih tersebut dapat ditawarkan kepada customer dengan perkiraan harga yang dihasilkan. Data mengenai pemesanan cetakan tersebut disimpan dalam DSS ini beserta gambar produk dan cetakan sesuai dengan keinginan dari pengambil keputusan / pengguna system.


BAB III
PERANCANGAN

Langkah-langkah perancangan system yang dilakukan yaitu :
1.      Pra-perancangan Sistem Pendukung Keputusan.
Langkah ini merupakan awal sebelum dilakukan perancangan atau pemrograman. Ada tiga tahapan dasar yang harus dilakukan pada tahap pra-perancangan yaitu :
a.       Perencanaan.
Fase perencanaan berkaitan dengan diagnosa permasalahan sehingga dapat ditentukan sasaran dan fkator kritis dari permasalahan yang ada. Seperti telah diuraikan sebelumnya bahwa permasalahan yang dihadapi PT. Dynaplast adalah terbatasnya kombinasi yang dapat dihasilkan dan lamanya waktu yang diperlukan untuk menyusun spesifikasi suatu cetakan beserta estimasi biayanya. Secara manual waktu yang diperlukan untuk menyusun 3 alternatif kombinasi adalah berkisar 4 jam.
Kriteria yang paling sensitive yang dapat dijadikan sebagai factor kunci bagi konsumen adalah factor biaya. Karena untuk beberapa alternatif dengan mutu yang hampir sama maka konsumen akan menjatuhkan pilihannya pada alternatif dengan konsekuensi biaya terendah.
Faktor kritis lainnya adalah kecepatan penentuan alternatif. Semakin cepat rumusan spesifikasi cetakan serta estimasi biayanya ditentukan, maka negosiasi dengan konsumenpun dapat segera dilaksanakan dan tentunya hal ini akan meningkatkan pelayanan perusahaan pada pelanggan.
Untuk factor kritis yang pertama yaitu factor biaya maka diupayakan kombinasi yang dihasilkan tidak terbatas pada 3 alternatif. Hal ini dengan anggapan bahwa semakin banyak kombinasi yang dapat dihasilkan maka kemungkinan munculnya kombinasi yang menghasilkan biaya lebih murah akan lebih besar. Dari segi waktu pemrosesan akan diupayakan tidak melebihi dari waktu yang dibutuhkan sekarang dengan alternatif yang dihasilkan lebih banyak dari semula.
Untuk mengantisipasi masalah ini DSS yang dirancang harus memenuhi berbagai harapan sebagai berikut :
-         membantu pengambil keputusan untuk menyusun spesifikasi yang diinginkan dalam waktu kurang dari  jam. Berdasarkan pertimbangan pihak perusahaan maka waktu target ditetapkan setengah dari waktu semula yaitu  2 jam.
-         Dalam kurun waktu 2 jam tersebut diharapkan kombinasi yang dihasilkan minimal sama dengan hasil yang kini berjalan yaitu 3 alternatif.

b.      Penelitian
DSS yang dirancang diupayakan untuk disesuaikan dengan sumber daya perusahaan sehingga perlu dilakukan identifikasi terhadap sumber daya yang dimiliki perusahaan serta kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan ini mencakup kesetaraan harga komponen antara masing-masing supplier serta prosedur penentuan biaya cetakan yang digunakan selama ini. Kondisi lingkungan permasalahan ini perlu diidentifikasi agar DSS yang dirancang sudah mewakili berbagai situasi.
Hasil analisis terhadap lingkungan dapat diuraikan sebagai berikut :
-         Sumber daya yang tersedia di perusahaan meliputi :
Hardware : Pentium 166, 2 Gb, 32 Mb Edo Ram.
Software : Windows 95, Microsoft Office 97.
-         Pengalaman organisasi : PT. Dynaplast telah terjun dalam bidang injection plastik selama 40 tahun dan sebagai mold maker dalam kurun waktu sekitar 2,5 tahun.
-         Keahlian sumber daya manusia : pengoperasian AutoCad R13, Microsoft Office 97, Windows 95 dan program-program lain.
Biaya bahan tidak langsung dan biaya komponen pembantu diperhitungkan sebagai overhead material yang besarnya tergantung dari penilaian pengambil keputusan namun mempunyai nilai umum sebesar 40%.
Pesanan yang sudah dikerjakan dan menghasilkan satu cetakan yang lengkap akan diuji coba oleh pihak customer sebelum dilakukan pembayaran.
Pelanggan dapat meminta ulang perbaikan jika pada saat pengujian dirasakan belum mampu memenuhi criteria yang diinginkan. Perbaikan hanya terbatas pada perbaikan spesifikasi yang ada dan bukan penambahan komponen, misalnya untuk cetakan yang sudah jadi tersebut harus dipoles ulang karena permukaannya  belum halus yang menyebabkan permukaan produk menjadi scratch. Uji coba ini memerlukan biaya yang sudah diperhitungkan dalam penentuan biaya cetakan yaitu berupa ongkos pengujian yang persentase besarnya tergantung pada penilaian subyektif pengambil keputusan tentang kemungkinan cetakan tersebut akan dimodifikasi ulang sesuai permintaan pelanggan. Pada umumnya nilai dari persentase ini sebesar 30%.
Dalam pembuatan cetakan ini terdapat kemungkinan terjadinya hal-hal uyang tidak terduga seperti preferensi konsumen yang mengakibatkan modifikasi cetakan sebelum pengujian dilakukan, seperti beberapa perubahan pada dimensi produk yang diinginkan yang menyebabkan beberapa komponen dari spesifikasi cetakan tersebut harus mengalami proses pemesinan kembali. Proses pemesinan kembali tersebut termasuk pada risiko dari pembuatan cetakan dan biaya tersebut turut diperhitungkan dalam penentuan biaya cetakan. Pada prinsipnya perubahan yang disebabkan karena preferensi konsumen akan dikenakan biaya tersendiri yang akan diperhitungkan pada estimasi biaya tersebut. Umumnya nilai dari persentase ini sebesar 30%.
Setiap cetakan yang dibuat akan dikenakan pajak dan nilainya bergantung pada nilai pajak yang berlaku. Nilai pajak ini umumnya sebesar 10% dihitung dari biaya cetakan sesudah memperhitungkan factor risiko.
Sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan maka pembayaran upah tenaga kerja yang digunakan dalam pengerjaan pesanan cetakan ini berdasarkan jumlah jam kerja yang dilakukannya dan terpisah dari gaji pokok yang diterima setiap bulannya.
Untuk menghindari pengaruh perubahan mata uang, perhitungan harga komponen menggunakan nilai mata uang Sin$.
Faktor keuntungan diperhitungkan secara bebas oleh perusahaan yang dihitung dari harga cetakan sebelum pajak.


c.       Perancangan Global
Disain konseptual dari system pendukung keputusan yang akan dirancang pada prinsipnya meliputi :
-         Mengkombinasikan komponen-komponen pembentuk cetakan.
-         Menghitung estimasi biaya berdasarkan kombinasi komponen yang telah dirumuskan.
Jika ada pesanan yang mirip dengan pesanan sebelumnya maka perhitungan dapat dilakukan dengan mengambil pola yang telah tersimpan di komputer. Dalam tahapan ini komponen penyusun permasalahan tersebut dijabarkan dalam bentuk poin-poin yang tersusun secara teratur yaitu :
-         Mold Base
-         Sistem cetakan
-         Cavity yaitu logam insert yang digunakan jika cavity cetakan memakai system insert.
-         Sistem inject/Gate cetakan dan komponen fungsional dasar.
-         Sistem mekanik cetakan dan komponen khusus.
-         Jumlah jam pemakaian system.
-         Biaya overhead yang dihitung dari jam pemakaian mesin.
Rancangan kebutuhan dasar system
Untuk mengaktualisasikan system pendukung keputusan yang akan dirancang tersebut, diperlukan kebutuhan dasar sebagai berikut :
-         Hardware : minimum memory 32 Mb, minimum processor Pentium 90 dan hard disk 1.2 Gb.
-         Software : windows 9x, Autocad R14, Microsoft Office 97, Microsoft Visual Basic 5.
-         Keahlian : dapat mengoperasikan system pendukung keputusan.

Basis Data
Perancangan system pendukung keputusan ini dibagi menjadi tiga system :
  1. Perancangan subsistem model
Model dalam hal ini dirumuskan sebagai fungsi yang menggambarkan hubungan antara obyek-obyek yang berperan dalam penentuan biaya cetakan. Sehingga untuk setiap masukan, model ini dapat menghasilkan output yang berupa spesifikasi cetakan dan estimasi biayanya.
Model biaya dan alternatif yang dihasilkan dibentuk dari komponen – komponen cetakan yang pasti. Jumlah dan jenis item komponen pendukung dalam setiap jenis cetakan yang dibuat adalah umum dan dibutuhkan dalam jumlah yang relatif sedikit maka kendala seperti ketidaktersediaan bahan baku hampir tidak pernah terjadi.
Alternatif yang dihasilkan dibentuk dari simulasi kombinasi komponen-komponen yang ada dan penerapan metode simulasi dalam model biaya ini berdasarkan pertimbangan sebagai berikut :
-         Perusahaan menginginkan suatu sitem yang dapat memberikan gambaran tentang biaya yang diakibatkan dari suatu kombinasi komponen pembentuk cetakan.
-         Model yang dibentuk harus mampu mengakomodasikan pertimbangan dari manajer dalam menentukan pemilihan spesifikasi cetakan yang akan dibuat.
-         Model yang dibentuk harus merupakan penyederhanaan dari banyak hubungan sesuai dengan kebijaksanaan dari perusahaan.

Subsistem model yang dirancang menyajikan proses penghitungan sebagai berikut:

Biaya kelompok I : Cavity


                                   x
                        Cbl = S   q * BLgmp
                                  P=1
Keterangan :
            Cbl       = Biaya bahan
            BLgm   = Biaya logam insert jenis p
            p          = Jenis logam insert ke
            x          = Jumlah jenis logam insert yang digunakan
            q          = Harga tiap jenis logam insert x

Biaya kelompok II : Mold Base

                       
                        Cb2 = Biaya mold base

Biaya kelompok III : Komponen fungsional khusus


                                   x
                        Cb3 = S   (n * Cbkomp)
                                  q=1
Keterangan :
            q                      = Komponen ke
            x                      = Jumlah komponen
            Cbkomp           = Biaya setiap komponen fungsional
Cb3                 = Biaya keseluruhan komponen fungsional terpasang.

            Biaya kelompok IV : Fungsi khusus
           
                                    x
                        Cb4 = S   (n * Cbkhusus)
                                  q=1
Keterangan :
            n                      = Jumlah komponen untuk setiap jenis komponen
            q                      = Komponen ke
            x                      = Jumlah komponen
            Cb4                 = Biaya setiap komponen fungsi khusus

Rangkuman Biaya :
          4                                 4
Cbahan = S   Cby + ( w * S   Cby) ……………………………………….. (1)
                        y=1                                y=1

                 v                            
Coverhead = S  (rm * tm) ……………………………………….. (2)

                               m=1          


         y                                 4
Clabor = (S (upah * zm * tm) ) …………………………………….. (3)
                        m=1           
Bc = Cbahan + Clabor + Coverhead …………………………… (4)
Bcrisk = (Cbahan + Clabor + Coverhead) * (1+r+s) ……………………….. (5)
Bcrisk2 = (Bcrisk) * (1+p) ……………………….. (6)
Bcnet = Bcrisk2*(1+ppn) ……………………….. (7)

Ketarangan :
Bc                    = Biaya cetakan sebelum risk
w                     = % overhead material
Bcrisk              = Biaya cetakan dengan memperhitungkan factor risiko
r                       = Persentase factor risiko
Benet               = Biaya cetakan netto setelah ppn
Cbahan            = Biaya keseluruhan bahan terpakai
Clabor              = Biaya tenaga kerja
Coverhead       = Biaya overhead
Upah                = Gaji tenaga kerja per jam
m                     = Mesin ke
tm                    = Total waktu pengerjaan di mesin m
zm                    = Tingkat kesulitan pengerjaan di mesin m
rm                    = Biaya overhead setiap mesin m/jam
p                      = Profit dalam %
s                       = Persentase trial
ppn                  = Pajak cetakan

Biaya overhead untuk setiap mesin per jamnya diperhitungkan sesuai standard yang berlaku. Biaya overhead terdiri atas biaya pekerja tidak langsung dan depresiasi mesin dan penggunaan utilitas pendukung seperti air dan listrik. Untuk overhead material meliputi :
-         Biaya bahan yang tidak termasuk komponen utama
-         Biaya bahan rusak
-         Selisih fluktuasi kurs
-         Biaya pemotongan bahan yang tidak termasuk dalam harga bahan faktur
-         Ongkos angkut material yang tidak termasuk dalam harga faktur.
Besarnya overhead pada umumnya diperhitungkan sebesar 40% dari harga material.

  1. Perancangan subsistem pangkalan data
Data yang akan digunakan dalam DSS ini ditampung dalam sebuah pangkalan data yang akan terintegrasi dengan program komputer untuk berinteraksi dengan pengguna. Pangkalan data ini dirancang agar data yang berkaitan dengan proses penentuan biaya cetakan ini dapat terorganisir dan tersimpan dengan baik agar memudahkan dalam pencarian dan manipulasi data. Adapun langkah – langkah perancangan subsystem pangkalan data adalah sebagai berikut :

Tahap Analisis

Pada tahap ini dianalisa keterkaitan dan hubungan yang terjadi di antara entitas pembentuk system pendukung keputusan ini. Keterkaitan dan hubungan tersebut digambarkan melalui E-R Diagram seperti berikut :











- Atribut yang digaris bawahi adalah primary key

 

Tahap Perancangan Logik

Hubungan antara entitas tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Hubungan antara entitas Mold Base dengan entitas pesanan adalah one to many karena 1 jenis mold base digunakan oleh paling sedikit satu pesanan cetakan atau paling banyak adalah sejumlah pesanan cetakan sedangkan satu jenis cetakan dapat tidak menggunakan mold base atau paling banyak satu jenis mold base.

Hubungan antara entitas metal cavity dengan entitas pesanan adalah many to many karena  jenis logam insert digunakan oleh paling sedikit satu pesanan cetakan atau paling banyak adalah sebanyak pesanan cetakan sedangkan satu pesanan cetakan dapat tidak menggunakan satu logam insert atau paling banyak lebih dari satu jenis logam insert.
Hubungan antara entitas customer dengan entitas pesanan adalah one to many karena setiap customer yang tercantum pernah memesan sedikitnya satu pesanan cetakan atau sebanyak-banyaknya tidak dapat dipesan oleh sedikitnya satu pelanggan atau sebanyak-banyaknya satu pelanggan.
Hubungan antara entitas komponen khusus dengan entitas pesanan adalah many to many karena  jenis komponen khusus digunakan oleh paling sedikit satu jenis pesanan atau sebanyak-banyaknya lebih dari satu jenis pesanan sedangkan satu jenis pesanan dapat menggunakan minimal satu jenis komponen khusus atau sebanyak-banyaknya sejumlah komponen khusus.
Hubungan antara entitas komponen fungsional dasar dengan entitas pesanan adalah many to many karena 1 jenis komponen fungsional dasar digunakan oleh paling sedikit satu jenis pesanan atau paling banyak adalah sebanyak jenis pesanan sedangkan satu jenis pesanan dapat menggunakan minimal satu jenis komponen fungsional dasar atau sebanyak-banyaknya lebih dari satu jenis komponen fungsional dasar.
Hubungan antara entitas mesin dengan entitas pesanan adalah many to many karena 1 jenis mesin digunakan oleh paling sedikit satu jenis pesanan atau paling banyak adalah lebih dari satu jenis pesanan sedangkan satu jenis pesanan dapat menggunakan minimal satu jenis mesin atau sebanyak-banyaknya lebih dari satu jenis mesin.
Tabel-tabel data yang dihasilkan pada data awal ini belum menunjukkan kestabilan karena masih terdapat anomaly seperti anomaly insert, anomaly delete, dan anomaly modification. Untuk meminimasi anomaly dan menghasilkan data yang sederhana dan terstruktur maka dilakukan normalisasi data sebagai berikut :
Normalisasi Pertama
Pada normalisasi pertama akan ditinjau nilai sesaat dari masing-masing field pada table. Untuk satu jenis Id komponen fungsi terdapat beberapa dimensi sehingga terdapat multi nilai pada satu baris untuk tiap jenis Id. Pada normalisasi pertama ini multi nilai ini dihapuskan dengan mengisi semua nilai Id pada nilai dimensi yang multi nilai tersebut sehingga akan terdapat baris sebanyak multi nilai pada field dimensi tersebut.
Normalisasi Kedua
Pada normalisasi kedua semua field harus tergantung penuh pada primary key sehingga table ini dapat dianalisa sebagai berikut :
o   Id komponen fungsi berkaitan dengan nama komponen fungsi, dimensi dan harga.
o   Id system injection berkaitan dengan nama system
o   Field yang tergantung pada primary key Id system injection tidak berkaitan dengan Id komponen fungsi demikian juga sebaliknya sehingga keduanya dapat dipisahkan.
o   Dari proses ini dihasilkan 2 tabel baru yang diberi nama table Komp_Fgs dan table Ket_Sis_Inj.
Normalisasi Ketiga
Pada normalisasi ketiga ketergantungan parsial harus dipisahkan. Pada tahap ini dianalisa table-tabel hasil normalisasi kedua sebelumnya. Pada table Ket_Sis_Inj field nama system sudah tergantung penuh terhadap Id Sistem Injection sedangkan pada table Komponen Fungsi masih terdapat ketergantungan parsial. Ketergantungan parsial yang terjadi terdapat pada field dimensi dan harga. Field nama komponen fungsi tergantung penuh Id Komponen Fungsi sedangkan field harga tergantung pada kombinasi antara Id komponen fungsi dan dimensi sehingga table ini dipisahkan lagi menjadi table komponen fungsi yang berisi field-field Id Komponen Fungsi, Dimensi, Harga dan tabel Ket_Komp_Fgs yang berisi Id komponen fungsi dan nama komponen fungsi. Dalam hal ini terdapat ketergantungan antara system injection dengan komponen fungsi yaitu bahwa setiap system injection menentukan komponen fungsi yang digunakan sehingga terdapat tabel baru yang menunjukkan hubungan di antara keduanya yaitu tabel Hubungan Komponen Fungsi yang berisi field-field yaitu Id Sistem Injection dengan Id Komponen Fungsi.
Dari Proses normalisasi tersebut didapat tabel dengan field-field sebagai berikut:



Tahap Perancangan fisik
Pada bagian perancangan logic tabel yang sudah mengalami normalisasi akan menghasilkan tabel-tabel baru. Dalam bagian ini tabel-tabel tersebut akan diwujudkan secara fisik yaitu dengan merancang tabel tersebut di dalam software database yang digunakan untuk menunjang DSS ini. Rancangan yang dilakukan meliputi komponen tabel beserta ukuran dan tipe datanya seperti dibawah ini :

      Tabel : Tblpesanan
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_pesanan
T
24
Tgl_pesanan
D

Nama_pesanan
T
30
Jenis_pesanan
T
30
Id_Customer
T
8
Id_Mold
T
5
Harga_pesanan
C

Gambar_pesanan
T
50
Gambar_Cetakan
T
50
Catatan
M

Risk
D

Trial
D

Profit
D




Tabel : Tblcustomer
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_customer
T
8
Nama_customer
T
30
Alamat_customer1
T
30
Alamat_customer2
T
30
Kodepos
T
5
Telepon
T
16
Fax
T
16

Tabel : Metalcav
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_metalcav
T
5
Type
T
10
Dimensi
T
30
Harga
C


Tabel : Ket_metal
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_metalcav
T
5
Nama_metcav
T
50

Tabel : Ket_plastik
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_plastik
T
5
Namaplastik
T
50

Tabel : Hub_metal
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_plastik
T
5
Id_metalcav
T
5

Tabel : Tbl PesananMetalCav
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_pesanan
T
24
Id_Plastik
T
5
Id_MetalCav
T
5
Harga
C

Jumlah
N







Tabel : Tblmold
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_mold
T
5
Typemold
T
10
Dim_mold
T
30
Harga_mold
C


Tabel : Tblkompkhs
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_kompkhs
T
6
Dimensi
T
30
Harga
C


Tabel : Ket_Komp_Khs
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_kompkhs
T
6
Nama_kompkhs
T
50

Tabel : Ket_Sis_Mek
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_sistmek
T
5
Nama_sistmek
T
30

Tabel : Hub_Komp_khs
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_kompkhs
T
6
Id_Sistmek
T
5

Tabel : Tblpesanankompkhs
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_pesanan
T

Id_sistinj
T

Id_kompkhs
T

Harga
C

Jumlah
N


Tabel : Tblkompfgs
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_kompfgs
T
5
Dimensi
T
30
Harga
C





Tabel : Ket_komp_fgs
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_kompfgs
T
5
Nama_Kompfgs
T
30

Tabel : Ket_Sis_Inj
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_sistinj
T
5
Nama_sistinj
T
30

Tabel : Hub_Komp_fgs
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_sistinj
T
5
Id_kompfgs
T
5


Tabel : Tblpesanankompfgs
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_pesanan
T
24
Id_Sistinj
T
5
Id_kompfgs
T
5
Harga
C

Jumlah
N


Tabel : Tblmesin
Nama field
Tipe data
Ukuran
Nama_mesin
T
30
Upah_kerja
C

Overhead
C



Tabel : Tblpesananmesin
Nama field
Tipe data
Ukuran
Id_pesanan
T
24
Nama_mesin
T

Jam_kerja
I

Kesulitan
I

Upah_kerja
C

Biaya_overhead
C





BAB IV
IMPLEMENTASI

Deskripsi Sistem
A.     Menu Utama
Menu ini merupakan tampilan pertama ketika program dijalankan. Menu utama terdiri dari  4 submenu yaitu :
-         Submenu Exit
-         Submenu maintenance Database
-         Submenu Transaksi Pesanan
-         Submenu Report
B.     Rincian Sub-submenu
Submenu exit : ini merupakan fasilitas untuk mengakhiri pelaksanaan program dan kembali ke windows.
Submenu Maintenance Database :  submenu ini menyediakan fasilitas untuk merubah, menghapus dan menambah isi database. Menu ini sangat penting karena merupakan fasilitas awal untuk memasukkan seluruh referensi yang dibutuhkan untuk proses selanjutnya. Di samping itu melalui menu ini pula data mengenai customer, supplier serta data-data teknik lainnya disimpan dan diremajakan. Pada menu ini pula model-model penghitungan diarsipkan.
Submenu Transaksi Pesanan : Pada pilihan transaksi pesanan terdapat beberapa pilihan yang lebih rinci yaitu :
-         Pesanan baru
Disediakan untuk menambah data pesanan cetakan yang baru. Pemilihan menu ini akan menghadirkan satu form kosong yang dapat diisi dengan data dari pesanan cetakan yang baru tersebut. Pada umunya pilihan ini digunakan untuk memasukkan data pesanan cetakan dari jenis yang tidak serupa dengan yang sudah pernah dibuat sebelumnya.
-         Preview pesanan
Pilihan untuk preview jenis cetakan ini memungkinkan pengguna untuk melihat secara garis besar jenis-jenis cetakan yang sudah ada. Pada menu ini juga di tampilkan gambar dari cetakan tersebut. Melalui submenu ini pula, pengguna system dapat melihat karakteristik cetakan secara terinci. Karakteristik atau komposisi bahan dari cetakan disajikan secara lengkap dalam suatu form tertentu. Submenu preview ini juga menampilkan rangkuman data cetakan yang sudah pernah dibuat sebelumnya dan setiap kali pengguna memilih suatu jenis cetakan tertentu maka system akan menampilkan data dari cetakan tersebut.
-         Pelaporan
Menu ini memberikan fasilitas untuk pencetakan laporan. Laporan yang dihasilkan diantaranya adalah laporan yang berisi informasi mengenai cetakan yang pernah dibuat dalam suatu periode tertentu beserta spesifikasi dan besarnya biaya pembuatan.  Laporan ini ditampilkan dalam formulir laporan khusus.


BAB V
UJI COBA

 

Skenario Uji Coba


Dalam uraian ini akan diperlihatkan pemakaian system dengan dua scenario yaitu untuk pemesanan baru dan pemesanan ulang atau produk yang memiliki bentuk yang hampir sama.

Skenario untuk pesanan baru : pemesanan cetakan jenis tertentu yang belum pernah dibuat sebelumnya.
Data produk : produk yang akan dibuat adalah cetakan untuk pembuatan tutup aki. Adapun deskripsi produk serta material yang akan digunakan adalah sbb :
-         Material plastik yang akan digunakan adalah polyprophylene
-         Cetakan ini akan digunakan untuk jangka waktu yang cukup panjang sehingga diharapkan bahwa cetakan ini dapat bertahan lama. Dengan permintaan tersebut pelanggan mengisyaratkan bahwa daya tahan cetakan harus dipertimbangkan dengan baik disamping biaya yang minimum.
-         Cavity yang diminta adalah 4 cavity
Identitas konsumen :  di isi nama dan alamat perusahaan.
Proses Pengolahan Data : Data di atas merupakan input bagi system. Selanjutnya dilaksnakan proses sebagai berikut :
-         Hidupkan komputer dan jalankan system, maka pada layar akan tampak Menu Utama seperti telah diuraikan di atas.
-         Dari menu utama tersebut pilih transaksi pesanan.
-         Dari pilihan transaksi pesanan, kemudian pengguna memilih preview pesanan untuk memeriksa apakah jenis produk seperti pesanan tersebut sudah pernah dibuat sebelumnya atau belum.
-         Dari form preview pesanan terdapat pilihan jenis produk pesanan, pilihan ini untuk memudahkan pencarian jenis produk yang akan diperiksa sehingga dapat menghemat waktu yang diperlukan. Pilihan yang ada terdiri dari  jenis yaitu technical parts dan non technical parts. Produk yang digolongkan pada non technical parts adalah produk yang menunjang atau menjadi bagian dalam kebutuhan konsumsi sehari-hari misalnya tutup botol, piring, dan wadah kecap. Sedangkan untuk technical parts adalah produk-produk yang digunakan untuk keperluan teknis. Karena vent plug merupakan produk yang termasuk technical parts maka subpilihan yang dipilih adalah technical parts.
-         Setelah menu jenis produk pesanan dipilih, system akan menampilkan semua gambar tiga dimensi dari produk yang termasuk pada kategori tersebut. Jika dari tampilan tersebut ditemukan gambar yang sama atau mirip dengan produk pesanan, maka produk tersebut dapat dijadikan acuan. Tetapi apabila tidak ditemukan produk yang sesuai atau mirip dengan pesanan tersebut, maka pengguna system dapat kembali ke menu sebelumnya dengan menekan tombol back. Dalam kasus ini vent plug dianggap sebagai produk yang baru sama sekali, jadi belum ada referensinya di dalam system.
-         Berdasarkan gambar produk yang diinginkan, selanjutnya pengguna merancang suatu gambar cetakan beserta karakteristik atau spesifikasi yang dipersyaratkan. Diasumsikan produk tersebut memiliki spesifikasi sebagai berikut :
a.       Sistem cetakan : 2 plate
b.      Sistem mekanik cetakan : ejector
c.       Sistem injection : side cavity
d.      Logam insert yang digunakan adalah dari jenis stainless steel atau plastic molding steel.
-         Melalui menu utama tersebut, pengguna kemudian memilih menu transaksi pesanan. Selanjutnya memilih submenu pesanan. Melalui submenu inilah data-data spesifikasi cetakan dimasukan.
a.       Data yang perlu dimasukan adalah nomor transaksi dan tanggal penerimaan pesanan beserta identitas customernya. Dalam simulasi ini cetakan yang akan dibuat diberi nama cetakan rubber plug bencraft.
b.      Input untuk system cetakan dipilih system  plate
c.       Selanjutnya dimasukkan mold base yang akan digunakan dalam hal ini mold base yang dipilih adalah standard yaitu 346 x 246.
-         Logam untuk cavity dipilih dari jenis stainless steel yang terdiri dari :
N-350 Antinit KWB
N-335 Antinit KW 35 M
N-695 Isoextra
A-500 Antinit AS 2 W
A-120 Antinit AS 4 W
-          Jenis Plastic Molding Steel terdiri dari :
M-201 Ecoplus K 456  prehardened
M-238 Ecoplus prehardened
M-300 Isoplast prehardened
-         Pada setiap jenis metal yang dipilih akan muncul jenis logamnya misalnya square atau round dan dimensi dari tiap-tiap jenis logam tersebut. Selanjutnya dari setiap jenis logam dan dimensinya., pengguna memasukkan jumlah satuan logam yang diinginkannya.
-         Untuk system injection dipilih side cavity dan system mekanik dipilih system ejector. Dari pilihan side cavity dari system injection akan muncul pilihan komponen fungsional yang disediakan yaitu spring, sprue bushing, sprue puller.
-         Dari menu pengguna dapat mengombinasikan komponen – komponen dari berbagai type yang dianggap memenuhi persyaratan tentang yang telah diidentifikasikan sebelumnya.
-         Setelah pengguna memasukkan jenis system yang dipilih selanjutnya komputer akan memunculkan komponen-komponen khusus yang berkaitan dengan cetakan secara keseluruhan.
-         Langkah selanjutnya adalah menyusun estimasi jam kerja yang dibutuhkan untuk masing – masing jam kerja.
-         Pengguna kemudian memasukkan input data umum berupa overhead material yang dikehendaki, dalam hal ini biasanya berkisar antara 35% sampai 40%, ongkos trial sebesar 10%, charge for risk sebesar 20% dan keuntungan yang dikehendaki yaitu berkisar pada 50%.
-         Setelah memasukkan data tersebut, pengguna dapat melihat resume kombinasi yang telah dipilihnya.
-         Pengguna dapat menyimpan file tersebut dan langsung keluar.

Skenario untuk pesanan yang sudah pernah dikerjakan : system akan memperlihatkan kemudahan pencarian data proses penghitungan yang pernah dilakukan sebelumnya. Dalam skenario ini juga termasuk simulasi bagi pesanan produk yang belum pernah dibuat sebelumnya, akan tetapi memiliki kemiripan dengan suatu produk yang pernah dibuat sebelumnya dan produk ini telah tersimpan pada database system.
Proses pengolahan data :
-         Hidupkan komputer dan jalankan program
-         Dilayar akan muncul menu utama, selanjutnya pilih submenu  preview pesanan untuk memeriksa apakah produk sejenis sudah pernah dibuat sebelumnya.
-         Pada preview jenis cetakan dipilih produk jenis technical parts kemudian akan muncul keterangan berbagai produk dari jenis technical parts yang sudah pernah dibuat sebelumnya lengkap beserta gambar tiga dimensinya.
-         Kalau untuk pesanan ada kemiripan dengan produk yang sudah pernah dibuat selanjutnya pengguna dapat langsung masuk ke file produk yang bersangkutan dengan menekan keterangan pada produk tersebut. Resume dari data tersebut akan dimunculkan di layar.
-         Pengguna dapat langsung menggunakan data produk dengan mempertimbangkan tingkat kemiripan di antara kedua produk tersebut atau melakukan berbagai kombinasi.
-         Tambahan kombinasi dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pada pesanan baru.
Penyusunan Laporan :  pada submenu report ini pengguna dapat melihat pesanan yang diterima oleh perusahaan dalam suatu jangka waktu tertentu. Beberapa keterangan yang penting dan biaya yang dibutuhkan berkaitan dengan spesifikasi cetakan tersebut juga dapat ditampilkan dalam laporan.
Proses pengolahan data :  
-         Hidupkan komputer dan jalankan program, dilayar akan terlihat menu utama.
-         Melalui menu utama pengguna dapat memilih pilihan laporan / report. Selanjutnya system akan menanyakan periode yang diinginkan untuk ditampikan.
-         Pengguna dapat memasukkan input berupa tanggal awal dan akhir dari periode yang diinginkan.
-         Setelah mengisi periode yang diinginkan, program akan menampilkan laporan beupa semua jenis cetakan yang pernah dibuat dalam kurun waktu tersebut beserta keterangan biayanya.
-         Untuk keterangan yang lebih spesifik dari produk cetakan tertentu, pengguna dapat mencari Id. Transaksi yang terdapat pada report tersebut melalui preview pesanan. Melalui pilihan ini, system akan menampilkan file cetakan lengkap dengan informasi spesifikasi produk yang dimaksud.




BAB VI
PENUTUP

System ini dapat membantu perusahaan dan konsumen untuk menentukan spesifikasi dan estimasi biaya cetakan plastik. Pada simulasi Sistem Pendukung Keputusan ini diperliatkan bahwa waktu tercepat untuk menghasilkan 3 kombinasi adala sekitar 30 menit. Pemilihan tiga macam kombinasi ini dilakukan untuk memberikan dengan keadaan sebelum pemakaian Sistem Pendukung Keputusan yang berbasis komputer. Hasil ini sangat menggembirakan karena dengan system manual, untuk menghasilkan 3 kombinasi membutuhkan waktu kurang lebih 4 jm.
Dengn adanya system ini, perusahaan tidak perlu melakukan perhitungan ulang bagi pesanan cetakan yang penah dibuat atau mirip dengan cetakan yang pernah dibuat.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Sistem Pendukung Keputusan ini dapat meningkatkan produktivitas kerja serta meningkatkan pelayanan kepada konsumen.


BAB VII
DAFTAR PUSTAKA

[1]. Turban, E., dkk, 2003, Decision Support Systems and Intelligent Syatems (Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas) Jilid 1. Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.

[2]. Henry, S., 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi III. Unit Penerbitan dan
Percetakan Akademi Manajemen PerusahaanYKPN, Yogyakarta

 
Powered by jum