TUGAS MAKALAH
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PENJURUSAN
DI SMA NEGERI 9 SEMARANG
DI SMA NEGERI 9 SEMARANG
NAMA
:
Riyan Jumiko (A12.2009.03681)
Sefian Dwi Anggoro (A12.2009.03692)
Eko Wahyu P. (A12.2009.03671)
R. Hadapiningsyah K. (A12.2009.03787)
Badru Zaman (A12.2009.03528)
KELP : A12.4702
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DIAN
NUSWANTORO
SEMARANG
2013
Abstrak
Salah satu peran
SPK dibidang pendidikan yaitu pada proses pengambilan keputusan untuk pemilihan
jurusan siswa di SMA, yang sifatnya dapat membantu pengambil keputusan dalam
memberikan alternatif– alternatif putusan jurusan yang tepat bagi siswa, dimana
hasil keputusan dapat dijadikan sebagai bahan untuk membantu guru dalam
mengambil keputusan. Untuk mendukung hal tersebut diatas maka diperlukan suatu
sistem pendukung keputusan yang mampu memberikan dukungan terhadap proses
penentuan jurusan yang tepat untuk siswa di SMA. Proses penentuan jurusan ini
dengan cara mempertimbangkan kemampuan, bakat dan minat siswa terhadap suatu
jurusan, dengan menggunakan logika fuzzy. Logika fuzzy berfungsi melakukan
pemrosesan terhadap faktor kepastian dan ketidakpastian. Secara umum logika
fuzzy dapat menangani faktor ketidakpastian secara baik sehingga dapat
diimplementasikan pada proses pengambilan keputusan. Model logika fuzzy bekerja
dengan menggunakan derajat keanggotaan dari sebuah nilai, kemudian digunakan
untuk menentukan hasil yang diinginkan, berdasarkan aturan-aturan yang telah
ditentukan. Sistem pendukung keputusan penjurusan siswa SMA ini dibangun dengan
menggunakan microsoft visual basic 6.0 dan sql yog 205 sebagai databasenya,
sehingga diharapkan dapat memberikan keputusan yang tepat dengan hasil yang terbaik
dalam proses penentuan suatu jurusan.
Kata kunci: Sistem pendukung keputusan, Logika
Fuzzy, Pemilihan jurusan
I.
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Lembaga
pendidikan seperti pendidikan SMA kerap kali membutuhkan suatu bentuk keputusan
dalam memilih jurusan yang sesuai untuk siswa-siswi SMA. Keputusan yang diambil
dalam memilih jurusan mungkin hampir benar sesuai dengan kemampuan, bakat dan
minat siswa atau mungkin juga salah. Pembuat keputusan harus benar-benar
mempertimbangkan pilihan yang sesuai untuk penjurusan tersebut. Sehingga
dibutuhkan sistem pendukung keputusan yang dapat mengklasifikasikan pola
penjurusan siswa kelas II di SMA dengan mempertimbangkan kemampuan, bakat dan
minat siswa terhadap suatu jurusan, dengan menggunakan logika fuzzy. Secara
umum logika fuzzy dapat menangani faktor ketidakpastian secara baik sehingga
dapat diimplementasikan pada proses pengambilan keputusan. Model logika fuzzy
bekerja dengan menggunakan derajat keanggotaan dari sebuah nilai, kemudian
digunakan untuk menentukan hasil yang diinginkan, berdasarkan aturan-aturan
yang telah ditentukan. Logika fuzzy memiliki kemampuan untuk menjelaskan secara
linguistik suatu sistem yang kompleks. Aturan-aturan dalam model fuzzy pada
umumnya dibangun berdasarkan keahlian manusia dan pengetahuan heuristik dari
sistem yang dimodelkan. Teknik ini selanjutnya dikembangkan menjadi teknik yang
dapat mengidentifikasi aturan-aturan dari suatu basis data yang telah
dikelompokkan berdasarkan persamaan strukturnya.
2.. LANDASAN TEORI
2.1 Sistem Informasi
Sistem
informasi [1] adalah sekumpulan elemen yang bekerja secara bersama-sama baik
secara manual ataupun berbasis komputer dalam melaksanakan pengolahan data yang
berupa pengumpulan, penyimpanan, pemprosesan data untuk menghasilkan informasi
yang bermakna dan berguna bagi proses pengambilan keputusan
2.2 Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung
Keputusan [1] adalah sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk
membantu pengambil keputusan dalam memanfaatkan data dan model tertentu untuk
memecahkan berbagai masalah yang semi terstruktur dan tidak terstruktur.
SPK terdiri atas 3 komponen utama
atau subsistem, yaitu:
1.
Subsistem
Data (Data Base)
Subsistem
data merupakan komponen SPK sebagai penyedia data bagi sistem. Data disimpan
dalan suatu rangkaian data (data base) yang diorganisasikan oleh suatu sistem
yaitu Sistem Manajemen Pangkalan Data [2] (Data Base Management System).
Pangklan data dalam SPK berasal dari dua sumber, yaitu sumber internal (dari
dalam organisasi atau perusahaan) dan sumber eksternal (dari luar organisasi
atau perusahaan).
2.
Subsistem
Model (Model Base)
Model
adalah suatu peniruan dari alam nyata [1] Pengolahan berbagai model dilakukan
dalam pangkalan model. Penyimpanan berbagai model dalam pangkalan model
dilakukan secara fleksibel untuk membantu pengguna dalam memodifikasi dan
menyempurnakan model.
3.
Subsistem
Dialog (User System Interface)
Subsistem
dialog adalah [6] fasilitas yang mampu mengintegrasikan sistem yang terpasang
dengan user secarainteraktif. Melalui subsistem dialog inilah sistem
diartikulasi dan diimplementasikan sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan
sistem yang dirancang. Hubungan antara ketiga komponen ini dapat dilihat pada
gambar dibawah ini.
Gambar 2.1 Komponen Utama SPK (Daihani,
2001)
2.3 Logika Fuzzy
Logika Fuzzy adalah peningkatan dari logika Boolean yang mengenalkan konsep kebenaran
sebagian. Di mana logika klasik menyatakan bahwa segala hal dapat
diekspresikan dalam istilah binary (0 atau 1, hitam atau putih, ya atau tidak),
logika fuzzy menggantikan kebenaran boolean dengan tingkat kebenaran.
Logika Fuzzy [6] memungkinkan
nilai keanggotaan antara 0 dan 1, tingkat keabuan dan juga hitam dan putih, dan
dalam bentuk linguistik, konsep tidak pasti seperti "sedikit",
"lumayan", dan "sangat". Dia berhubungan dengan set fuzzy
dan teori kemungkinan. Dia diperkenalkan oleh
2.3.1 Fungsi Keanggotaan
Fungsi
keanggotaan [3] (membership function) adalah suatu kurva yang menunjukkan
pemetaan titik-titik input data ke dalam nilai keanggotaannya yang memeiliki
interval antara 0 sampai 1
1. Representasi Kurva Segitiga
Fungsi keanggotaan segitiga
ditandai oleh adanya 3 (tiga) parameter {a, b, c}, yang akan menentukan
koordinat x dari tiga sudut.
Gambar 2.1. Representasi Kurva
Segitiga
2. Representasi Kurva Bentuk Bahu
Himpunan fuzzy
bahu digunakan untuk mangakhiri variabel suatu daerah fuzzy. Bahu kiri bergerak
dari benar ke salah, demikian juga bahu kanan bergerak dari salah ke benar.
Gambar 2.2. Representasi Kurva
Bentuk Bahu
2.3.2. Fungsi-fungsi Implikasi
Tiap-tiap aturan
(proposisi) pada basis pengetahuan fuzzy akan berhubungan dengan suatu relasi
fuzzy. Bentuk umum proposisi menggunakan operator fuzzy adalah:
If x is A then y
is B Dengan x dan y adalah skalar, dan A dan B adalah himpunan fuzzy. Proposisi
yang mengikuti If disebut sebagai anteseden, sedangkan proposisi yang mengikuti
then disebut sebagai konsekuen. Proposisi ini dapat diperluas dengan
menggunakan operator fuzzy, seperti: If (x1 is A1) ø (x2 is A2) ø (x3 is A3) ø
....... ø (xn is An) then y is B Dengan ø adalah operator (misal: OR atau AND).
2.3.3. Komposisi Aturan
Inferensi [5] diperoleh
dari kumpulan dan korelasi antar aturan. Solusi himpunan fuzzy diperoleh dengan
cara mengambil nilai maksimum aturan, kemudian menggunakannya untuk
memodifikasi daerah fuzzy, dan mengaplikasikannya ke output dengan menggunakan
operator OR (union). Jika semua proposisi telah dievaluasi, maka output akan
berisi suatu himpunan fuzzy yang merefleksikan kontribusi dari tiap-tiap
proposisi. Secara umum metode ini dapat dituliskan:
Csf [xi] = max(Csf [xi], Ckf
[xi])
Dengan:
Csf [xi] = nilai keanggotaan
solusi fuzzy sampai aturan ke-i
Ckf [xi] = nilai keanggotaan
konsekuen fuzzy sampai aturan ke-i
2.3.4. Penegasan (Defuzzy)
Input dari
proses deffuzy adalah suatu himpunan fuzzy yang diperoleh dari komposisi
aturan-aturan fuzzy, sedangkan output yang dihasilkan merupakan suatu bilangan
pada domain himpunan fuzzy tersebut
Sehingga jika
diberikan suatu himpunan fuzzy dalam range tertentu, maka harus dapat diambil
suatu nilai cripst tertentu sebagai output. Metode defuzzy pada komposisi
aturan mamdani :
a) Centroid.
b) Bisektor.
c) Mean of Maximum (MOM).
d) Largest of Maximum (LOM).
e) Smallest of Maximum (SOM).
4.
ANALISIS
DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1 Analisis Sistem
Sistem pendukung
keputusan penjurusan siswa SMa ini adalah suatu sistem yang digunakan untuk
mengklasifikasikan pola penjurusan siswa-siswi yang naik kelas 2 SMA. Proses
penjurusan tersebut mempertimbangkan
beberapa aspek yaitu nilai rapor, tes bakat dan minat siswa. Ada dua pengguna
(user) yang dapat menggunakan sistem ini yaitu, Guru dan Biro Konsultasi. Biro
Konsultasi dalam sistem ini sebagai pengolah data tes bakat siswa. Guru dalam
sistem ini sebagai pengolah data siswa, data mata pelajaran, data nilai rapor
dan data minat yang kemudian akan diproses menggunakan logika fuzzy. Guru dapat
melakukan perubahan pada basis pengetahuan seperti menambah data, menghapus
data dan
mengedit data
sehingga Guru disebut sebagai admin.
5.
HASIL
Sistem
pendukung keputusan ini menghasilkan sistem yang dapat membantu pengguna dalam
memutuskan jurusan yang tepat bagi siswa berdasarkan perhitungan fuzzy dari
masing-masing data nilai rapor, dan nilai minat. Dari data tersebut dihitung
fungsi keanggotaannya masing-masing. Untuk melakukan proses penjurusan maka
terlebih dahulu user memasukkan data tahun ajaran. Data tahun ajaran tersebut
digunakan untuk mengecek siswa mana saja yang terdaftar di kelas satu pada
tahun ajaran yang berlaku. Untuk mengetahui siswa mana saja yang terdaftar pada
tiap jurusan, terlebih dahulu user memasukkan jumlah kapasitas kelas yang
tersedia pada tiap jurusan, kemudian pada form penjurusan dan rangking akan
keluar ipa ips dan bahasa , untuk
memproses data perhitungan fuzzy dan pemilihan jurusan yang sesuai dengan siswa
tersebut. Jika terdapat jurusan yang jumlah siswanya melebihi kapasitas yang
disediakan maka akan muncul pesan yang menyatakan berapa banyak jumlah siswa
yang melebihi kapasitas dari jurusan tersebut. Sehingga akan muncul fasilitas
untuk memindahkan jumlah siswa yang melebihi kapasitas dari jurusan tersebut ke
jurusan lainnya yang masih menampung berapa banyak siswa sesuai dengan
kapasitas yang disediakan. Untuk melihat form penjurusan dapat dilihat pada
gambar 4.1.
6.
KESIMPULAN
Berdasarkan pada proses pembuatan
sistem pendukung keputusan penjurusan SMA dengan metode logika fuzzy maka dapat
disimpulkan bahwa :
1.
Logika
fuzzy dapat diterapkan dalam memilih salah satu jurusan di SMA dengan
kemungkinan hasil atau output yang yang lebih baik , karena setiap keluaran
atau output data disertai atau diberikan nilai dukungan yaitu persentase
kedekatan atau nilai keanggotaan (degree of membership).
2.
Dari
logika fuzzy ini dapat ditentukan nilai keanggotan yang memenuhi dalam target pemilihan dan dapat memenuhi
kriteria pemilihan sehingga sesuai dengan kemampuan siswa.
7.
DAFTAR
PUSTAKA
[1] Daihani, U.D. ,2001, Komputerisasi
Pengambilan Keputusan, Elex Media Komputindo, Jakarta.
[2]
Jogiyanto, H.M., 1997, Pengenalan Komputer, Andi, Yogyakarta.
[3]
Kadir, A., 1999, Konsep Dan Tuntunan Praktis Basis Data, Andi, Yogyakarta.
[4 ]Kadir, A., 2004, Pemrograman
Database dengan Delphi 7 menggunakan Access dan ADO, Andi,
[5] Yogyakarta. Kristanto, H., 1996,
Konsep dan Perancangan Database, Andi, Yogyakarta.
[6 ] Kusumadewi, S, 2004, Aplikasi
Logika Fuzzy untuk Pendukung Keputusan, Graha Ilmu, Yogyakarta.
[7]
Mangkulo, A.H., 2004, Pemrograman Database Menggunakan Delphi 7.0, Elex
Media Komputindo, [8]Jakarta. Pressman, S.R., 2002, Rekayasa Perangkat Lunak
(Pendekatan Praktisi), Andi Ofset, Yogyakarta.
TUGAS MENGHITUNG AHP
Tujuan : Menentukan Model Perkuliahanan Student Based
Request
Kriteria :Intelektual
-Kreatifitas
-Motivasi
Alternatif :-Auditorial
-Visual
-Kinestetik
Gambar. Hubungan tujuan, kriterian dan alternatif dalam AHP
Soal :
Penyelesaian :
CARA I
A. Pembobotan Kriteria
Hasil diagram
hierarki beserta nilai bobot kriteria yang telah diperoleh dapat dilihat pada
gambardibawah ini:
Gambar. Hasil perhitungan bobot kriteria
B. Pembobotan Alternatif
Susunlah matrik
berpasangan untuk alternatif-alternatif bagi setiap kriteria, dan lakukan hal
yang sama seperti pada pembobotan kriteria dengan cara iterasi dan mencari
nilai eigennya masing-masing.
• Pembobotan
Intelektual
• Pembobotan
Kreatifitas
• Pembobotan
Motivasi
Diagram
bertingkat beserta seluruh nilai bobot yang diperoleh dapat dilihat pada gambar
dibawah ini:
Gambar. Hasil akhir seluruh bobot
Dari hasil
analisis di atas, maka dapat diperoleh hasil prioritas pilihan dengan cara
mengalikan matrik eigen dari alteranatif dengan matrik bobot kriteria :
Dengan demikian diperoleh Prioritas Pilihan urut sesuai
hasil pilihan terbanyak :
Ranking I = Visual
Ranking II =
Kinestetik
Ranking III =
Auditorial
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN ESTIMASI HARGA CETAKAN
Latar
Belakang
Manajemen PT. Dynaplaast membutuhkan alat Bantu yang
dapat menghasilkan berbagai alternatif estimasi biaya cetakan dengan cepat dan
akurat. Sistem perhitungan yang selama ini dilaksanakan masi secara manual.
Sehingga setiap kali ada permintaan dari konsumen, harus melakukan penyusunan
spesifikasi komponen cetakan dan perhitungan biayanya. Proses ini selalu
dilakukan secara berulang walaupun sebelumnya pernah dilakukan perhitungan
untuk suatu produk yang memiliki spesifikasi yang hampir sama. Dengan cara ini
waktu yang diperlukan cukup lama yaitu sekitar 4 jam. Untuk menjawab persoalan yang dihadapi ole PT.
Dynaplast yaitu memilih system informasi yang tepat dan berdasarkan berbagai
alasan maka system yang paling tepat
untuk menangani permasalahan di PT. Dynaplast adalah Sistem Pendukung
Keputusan.
Permasalahan
PT.
Dynaplast adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang industri plastik dan
perusahaan yang bergerak dibidang ini cukup banyak, sehingga penting bagi PT.
Dynaplast untuk selalu memberikan produk dan pelayanan terbaiknya bagi
konsumen. Untuk meningkatkan pelayanan pada konsumen, PT Dynaplast menghadapi
berbagai kendala, diantaranya adalah proses perhitungan estimasi biaya yang
masih lambat dan kurang akurat. Hal ini disebabkan karena proses perhitungan dimaksud masih dilakukan
secara manual. Padahal setiap cetakan memiliki variasi yang sangat banyak, baik
yang berkaitan dengan bahan baku maupun kekuatannya. Setiap alternatif memiliki
konsekuensi biaya yang berbeda.
Karena perhitungan estimasi
biaya masih dilakukan secara manual, maka waktu yang dibutuhkan untuk
memberikan estimasi biaya kepada konsumen masih cukup lama yaitu sekitar 4 jam
untuk setiap tiga sampai 4 alternatif.
Batasan
Berdasarkan latar belakang yang
telah dikemukakan diatas, maka batasan permasalahan yang akan dikemukakan
adalah : system pendukung keputusan yang
dapat membantu menentukan spesifikasi cetakan beserta estimasi biayanya dengan
lebih cepat dan akurat.
Tujuan
Adapun tujuan dari pelaksanaan
kegiatan ini adalah :
-
Untuk
membantu mengambil keputusan dan memecahkan masalah dalam menentukan spesifikasi cetakan
-
Untuk
mengambil keputusan dalam menentukan estimasi biaya dengan lebih cepat dan
akurat.
BAB II
ANALISIS
Permasalahan
Manajemen PT. Dynaplast membutuhkan alat
Bantu yang dapat menghasilkan berbagai alternatif estimasi biaya cetakan dengan
cepat dan akurat. Sistem
perhitungan yang selama ini dilakukan masih secara manual. Sehingga setiap kali
ada permintaan dari konsumen, PT. Dynaplast harus melakukan penyusunan
spesifikasi komponen cetakan dan penghitungan biayanya. Proses ini selalu
dilakukan secara berulang walaupun sebelumnya pernah dilakukan perhitungan
untuk suatu produk yang memiliki spesifikasi yang hampir sama. Dengan cara ini
waktu yang diperlukan cukup lama yaitu sekitar 4 jam.
Untuk menentukan jenis system informasi yang tepat
dan dapat menjawab persoalan yang dihadapi oleh PT. Dynaplast system yang
paling tepat untuk menangani permasalahan tersebut adalah Sistem Pendukung
Keputusan.
Kebutuhan
Seperti yang sudah dikemukakan
diatas system yang dipilih adalah system pendukung keputusan (DSS). Urut-urutan
kerjanya adalah sebagai berikut : pesanan yang datang dari pelanggan akan dicek
dengan database yang disediakan DSS. Dalam hal ini akan diperiksa apakah produk
yang serupa dengan pesanan tersebut sudah pernah dibuat sebelumnya atau belum.
Jika produk dari pesanan cetakan tersebut sudah pernah dibuat sebelumnya atau
ada kemiripan dengan cetakan yang pernah dibuat, maka file cetakan produk yang
sudah pernah dibuat tersebut dapat langsung dibuka.
Dari file cetakan yang sudah
pernah dibuat tersebut dapat dilihat spesifikasi dan estimasi harganya, semakin
mirip kedua jenis produk tersebut maka semakin besar kemungkinan bahwa pesifikasi
dan estimasi harga keduanya sama. Jika keduanya mempunyai kemiripan yang besar
maka data dari cetakan produk yang sudah pernah dibuat sebelumnya tersebut
dapat langsung digunakan. Jika pada keduanya masih terdapat perbedaan yang
harus diperhitungkan maka beberapa spesifikasi yang berbeda dari cetakan yang
sudah pernah dibuat tersebut dapat dimodifikasi dan dilihat estimasi harganya,
lalu spesifikasi yang baru tersebut dapat disimpan sebagai suatu file baru.
Jika cetakan yang dipesan
tersebut tidak mempunyai kemiripan dengan yang sudah pernah dibuat sebelumnya
maka data cetakan tersebut dapat dimasukkan sebagai file baru dan dalam file
baru tersebut penyusunan spesifikasi dilakukan. Penyusunan spesifikasi
dilakukan dengan memilih komponen-komponen penyusun spesifikasi yang
diinginkan. Dari penyusunan komponen-komponen tersebut akan dihasilkan estimasi
biayanya tersebut akan dicatat dalam suatu rangkuman data. Rangkuman tersebut
akan membantu pengambil keputusan dalam menentukan spesifikasi yang dipilihnya
beserta estimasi biayanya. Spesifikasi cetakan yang dipilih tersebut dapat
ditawarkan kepada customer dengan perkiraan harga yang dihasilkan. Data
mengenai pemesanan cetakan tersebut disimpan dalam DSS ini beserta gambar
produk dan cetakan sesuai dengan keinginan dari pengambil keputusan / pengguna
system.
BAB III
PERANCANGAN
Langkah-langkah perancangan system yang dilakukan
yaitu :
1. Pra-perancangan Sistem Pendukung
Keputusan.
Langkah ini merupakan awal sebelum dilakukan
perancangan atau pemrograman. Ada tiga tahapan dasar yang harus dilakukan pada
tahap pra-perancangan yaitu :
a.
Perencanaan.
Fase perencanaan berkaitan
dengan diagnosa permasalahan sehingga dapat ditentukan sasaran dan fkator
kritis dari permasalahan yang ada. Seperti telah
diuraikan sebelumnya bahwa permasalahan yang dihadapi PT. Dynaplast adalah
terbatasnya kombinasi yang dapat dihasilkan dan lamanya waktu yang diperlukan
untuk menyusun spesifikasi suatu cetakan beserta estimasi biayanya. Secara
manual waktu yang diperlukan untuk menyusun 3 alternatif kombinasi adalah
berkisar 4 jam.
Kriteria yang paling sensitive
yang dapat dijadikan sebagai factor kunci bagi konsumen adalah factor biaya.
Karena untuk beberapa alternatif dengan mutu yang hampir sama maka konsumen
akan menjatuhkan pilihannya pada alternatif dengan konsekuensi biaya terendah.
Faktor kritis lainnya adalah
kecepatan penentuan alternatif. Semakin cepat rumusan spesifikasi cetakan serta
estimasi biayanya ditentukan, maka negosiasi dengan konsumenpun dapat segera
dilaksanakan dan tentunya hal ini akan meningkatkan pelayanan perusahaan pada
pelanggan.
Untuk factor kritis yang
pertama yaitu factor biaya maka diupayakan kombinasi yang dihasilkan tidak
terbatas pada 3 alternatif. Hal ini dengan anggapan bahwa semakin banyak
kombinasi yang dapat dihasilkan maka kemungkinan munculnya kombinasi yang
menghasilkan biaya lebih murah akan lebih besar. Dari segi waktu pemrosesan
akan diupayakan tidak melebihi dari waktu yang dibutuhkan sekarang dengan
alternatif yang dihasilkan lebih banyak dari semula.
Untuk mengantisipasi masalah
ini DSS yang dirancang harus memenuhi berbagai harapan sebagai berikut :
-
membantu
pengambil keputusan untuk menyusun spesifikasi yang diinginkan dalam waktu
kurang dari jam. Berdasarkan
pertimbangan pihak perusahaan maka waktu target ditetapkan setengah dari waktu
semula yaitu 2 jam.
-
Dalam
kurun waktu 2 jam tersebut diharapkan kombinasi yang dihasilkan minimal sama
dengan hasil yang kini berjalan yaitu 3 alternatif.
b.
Penelitian
DSS yang dirancang diupayakan untuk disesuaikan dengan
sumber daya perusahaan sehingga perlu dilakukan identifikasi terhadap sumber
daya yang dimiliki perusahaan serta kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan ini
mencakup kesetaraan harga komponen antara masing-masing supplier serta prosedur
penentuan biaya cetakan yang digunakan selama ini. Kondisi lingkungan
permasalahan ini perlu diidentifikasi agar DSS yang dirancang sudah mewakili
berbagai situasi.
Hasil analisis terhadap
lingkungan dapat diuraikan sebagai berikut :
-
Sumber
daya yang tersedia di perusahaan meliputi :
Hardware : Pentium 166, 2 Gb, 32 Mb Edo
Ram.
Software : Windows 95, Microsoft Office 97.
-
Pengalaman organisasi : PT.
Dynaplast telah terjun dalam bidang injection plastik selama 40 tahun dan
sebagai mold maker dalam kurun waktu sekitar 2,5 tahun.
-
Keahlian sumber daya manusia :
pengoperasian AutoCad R13, Microsoft Office 97, Windows 95 dan program-program
lain.
Biaya bahan tidak langsung dan biaya komponen pembantu
diperhitungkan sebagai overhead material yang besarnya tergantung dari
penilaian pengambil keputusan namun mempunyai nilai umum sebesar 40%.
Pesanan yang sudah dikerjakan dan menghasilkan satu
cetakan yang lengkap akan diuji coba oleh pihak customer sebelum dilakukan
pembayaran.
Pelanggan dapat meminta ulang perbaikan jika pada saat
pengujian dirasakan belum mampu memenuhi criteria yang diinginkan. Perbaikan
hanya terbatas pada perbaikan spesifikasi yang ada dan bukan penambahan
komponen, misalnya untuk cetakan yang sudah jadi tersebut harus dipoles ulang
karena permukaannya belum halus yang
menyebabkan permukaan produk menjadi scratch. Uji coba ini memerlukan biaya
yang sudah diperhitungkan dalam penentuan biaya cetakan yaitu berupa ongkos
pengujian yang persentase besarnya tergantung pada penilaian subyektif
pengambil keputusan tentang kemungkinan cetakan tersebut akan dimodifikasi
ulang sesuai permintaan pelanggan. Pada umumnya nilai dari persentase ini
sebesar 30%.
Dalam pembuatan cetakan ini terdapat kemungkinan
terjadinya hal-hal uyang tidak terduga seperti preferensi konsumen yang
mengakibatkan modifikasi cetakan sebelum pengujian dilakukan, seperti beberapa
perubahan pada dimensi produk yang diinginkan yang menyebabkan beberapa
komponen dari spesifikasi cetakan tersebut harus mengalami proses pemesinan
kembali. Proses pemesinan kembali tersebut termasuk pada risiko dari pembuatan
cetakan dan biaya tersebut turut diperhitungkan dalam penentuan biaya cetakan.
Pada prinsipnya perubahan yang disebabkan karena preferensi konsumen akan
dikenakan biaya tersendiri yang akan diperhitungkan pada estimasi biaya
tersebut. Umumnya nilai dari persentase ini sebesar 30%.
Setiap cetakan yang dibuat akan dikenakan pajak dan
nilainya bergantung pada nilai pajak yang berlaku. Nilai pajak ini umumnya
sebesar 10% dihitung dari biaya cetakan sesudah memperhitungkan factor risiko.
Sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan maka pembayaran
upah tenaga kerja yang digunakan dalam pengerjaan pesanan cetakan ini
berdasarkan jumlah jam kerja yang dilakukannya dan terpisah dari gaji pokok
yang diterima setiap bulannya.
Untuk menghindari pengaruh
perubahan mata uang, perhitungan harga komponen menggunakan nilai mata uang
Sin$.
Faktor keuntungan
diperhitungkan secara bebas oleh perusahaan yang dihitung dari harga cetakan
sebelum pajak.
c.
Perancangan Global
Disain konseptual dari system
pendukung keputusan yang akan dirancang pada prinsipnya meliputi :
-
Mengkombinasikan
komponen-komponen pembentuk cetakan.
-
Menghitung estimasi biaya
berdasarkan kombinasi komponen yang telah dirumuskan.
Jika ada pesanan yang mirip
dengan pesanan sebelumnya maka perhitungan dapat dilakukan dengan mengambil
pola yang telah tersimpan di komputer. Dalam tahapan ini komponen penyusun
permasalahan tersebut dijabarkan dalam bentuk poin-poin yang tersusun secara
teratur yaitu :
-
Mold Base
-
Sistem cetakan
-
Cavity yaitu logam insert yang
digunakan jika cavity cetakan memakai system insert.
-
Sistem
inject/Gate cetakan dan komponen fungsional dasar.
-
Sistem
mekanik cetakan dan komponen khusus.
-
Jumlah jam pemakaian system.
-
Biaya overhead yang dihitung
dari jam pemakaian mesin.
Rancangan kebutuhan dasar system
Untuk
mengaktualisasikan system pendukung keputusan yang akan dirancang tersebut,
diperlukan kebutuhan dasar sebagai berikut :
-
Hardware : minimum memory 32
Mb, minimum processor Pentium 90 dan hard disk 1.2 Gb.
-
Software : windows 9x, Autocad
R14, Microsoft Office 97, Microsoft Visual Basic 5.
-
Keahlian
: dapat mengoperasikan system pendukung keputusan.
Basis Data
Perancangan system pendukung
keputusan ini dibagi menjadi tiga system :
- Perancangan subsistem model
Model dalam hal ini dirumuskan sebagai fungsi yang
menggambarkan hubungan antara obyek-obyek yang berperan dalam penentuan biaya
cetakan. Sehingga untuk setiap masukan, model ini dapat menghasilkan output
yang berupa spesifikasi cetakan dan estimasi biayanya.
Model biaya dan alternatif
yang dihasilkan dibentuk dari komponen – komponen cetakan yang pasti. Jumlah
dan jenis item komponen pendukung dalam setiap jenis cetakan yang dibuat adalah
umum dan dibutuhkan dalam jumlah yang relatif sedikit maka kendala seperti
ketidaktersediaan bahan baku hampir tidak pernah terjadi.
Alternatif yang dihasilkan
dibentuk dari simulasi kombinasi komponen-komponen yang ada dan penerapan
metode simulasi dalam model biaya ini berdasarkan pertimbangan sebagai berikut
:
-
Perusahaan
menginginkan suatu sitem yang dapat memberikan gambaran tentang biaya yang
diakibatkan dari suatu kombinasi komponen pembentuk cetakan.
-
Model
yang dibentuk harus mampu mengakomodasikan pertimbangan dari manajer dalam
menentukan pemilihan spesifikasi cetakan yang akan dibuat.
-
Model
yang dibentuk harus merupakan penyederhanaan dari banyak hubungan sesuai dengan
kebijaksanaan dari perusahaan.
Subsistem model yang dirancang menyajikan proses
penghitungan sebagai berikut:
Biaya kelompok I : Cavity
x
Cbl = S q * BLgmp
P=1
Keterangan :
Cbl
= Biaya bahan
BLgm = Biaya logam insert jenis p
p = Jenis logam insert ke
x = Jumlah jenis logam insert yang
digunakan
q = Harga tiap jenis logam insert x
Biaya kelompok II : Mold Base
Cb2
= Biaya mold base
Biaya kelompok III : Komponen
fungsional khusus
x
Cb3
= S
(n * Cbkomp)
q=1
Keterangan :
q = Komponen ke
x = Jumlah komponen
Cbkomp = Biaya setiap komponen fungsional
Cb3 = Biaya keseluruhan komponen fungsional terpasang.
Biaya kelompok IV :
Fungsi khusus
x
Cb4
= S
(n * Cbkhusus)
q=1
Keterangan :
n = Jumlah komponen untuk
setiap jenis komponen
q = Komponen ke
x = Jumlah komponen
Cb4 = Biaya setiap komponen fungsi
khusus
Rangkuman Biaya :
4 4
Cbahan = S Cby
+ ( w * S Cby)
……………………………………….. (1)
y=1 y=1
v
Coverhead = S (rm * tm) ……………………………………….. (2)
m=1
y 4
Clabor = (S (upah
* zm * tm) ) …………………………………….. (3)
m=1
Bc = Cbahan + Clabor + Coverhead
…………………………… (4)
Bcrisk = (Cbahan + Clabor + Coverhead) * (1+r+s) ……………………….. (5)
Bcrisk2 = (Bcrisk) * (1+p) ……………………….. (6)
Bcnet = Bcrisk2*(1+ppn) ……………………….. (7)
Ketarangan :
Bc =
Biaya cetakan sebelum risk
w =
% overhead material
Bcrisk =
Biaya cetakan dengan memperhitungkan factor risiko
r =
Persentase factor risiko
Benet =
Biaya cetakan netto setelah ppn
Cbahan =
Biaya keseluruhan bahan terpakai
Clabor = Biaya
tenaga kerja
Coverhead = Biaya
overhead
Upah =
Gaji tenaga kerja per jam
m =
Mesin ke
tm =
Total waktu pengerjaan di mesin m
zm =
Tingkat kesulitan pengerjaan di mesin m
rm =
Biaya overhead setiap mesin m/jam
p = Profit
dalam %
s =
Persentase trial
ppn = Pajak
cetakan
Biaya overhead untuk setiap mesin per jamnya
diperhitungkan sesuai standard yang berlaku. Biaya overhead terdiri atas biaya
pekerja tidak langsung dan depresiasi mesin dan penggunaan utilitas pendukung
seperti air dan listrik. Untuk overhead material meliputi :
-
Biaya
bahan yang tidak termasuk komponen utama
-
Biaya bahan rusak
-
Selisih fluktuasi kurs
-
Biaya
pemotongan bahan yang tidak termasuk dalam harga bahan faktur
-
Ongkos
angkut material yang tidak termasuk dalam harga faktur.
Besarnya overhead pada umumnya
diperhitungkan sebesar 40% dari harga material.
- Perancangan subsistem pangkalan
data
Data yang akan digunakan dalam DSS ini ditampung dalam
sebuah pangkalan data yang akan terintegrasi dengan program komputer untuk
berinteraksi dengan pengguna. Pangkalan data ini dirancang agar data yang
berkaitan dengan proses penentuan biaya cetakan ini dapat terorganisir dan
tersimpan dengan baik agar memudahkan dalam pencarian dan manipulasi data.
Adapun langkah – langkah perancangan subsystem pangkalan data adalah sebagai
berikut :
Tahap Analisis
Pada tahap ini dianalisa keterkaitan dan hubungan yang
terjadi di antara entitas pembentuk system pendukung keputusan ini. Keterkaitan dan hubungan tersebut digambarkan
melalui E-R Diagram seperti berikut :
- Atribut yang digaris bawahi adalah primary key
Tahap
Perancangan Logik
Hubungan antara entitas tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut :
Hubungan antara entitas Mold Base dengan entitas pesanan
adalah one to many karena 1 jenis mold base digunakan oleh paling sedikit
satu pesanan cetakan atau paling banyak adalah sejumlah pesanan cetakan
sedangkan satu jenis cetakan dapat tidak menggunakan mold base atau paling
banyak satu jenis mold base.
Hubungan antara entitas metal
cavity dengan entitas pesanan adalah many to many karena jenis logam insert digunakan oleh paling
sedikit satu pesanan cetakan atau paling banyak adalah sebanyak pesanan cetakan
sedangkan satu pesanan cetakan dapat tidak menggunakan satu logam insert atau
paling banyak lebih dari satu jenis logam insert.
Hubungan antara entitas
customer dengan entitas pesanan adalah one to many karena setiap customer yang
tercantum pernah memesan sedikitnya satu pesanan cetakan atau
sebanyak-banyaknya tidak dapat dipesan oleh sedikitnya satu pelanggan atau
sebanyak-banyaknya satu pelanggan.
Hubungan antara entitas
komponen khusus dengan entitas pesanan adalah many to many karena jenis komponen khusus digunakan oleh paling
sedikit satu jenis pesanan atau sebanyak-banyaknya lebih dari satu jenis pesanan
sedangkan satu jenis pesanan dapat menggunakan minimal satu jenis komponen
khusus atau sebanyak-banyaknya sejumlah komponen khusus.
Hubungan antara entitas
komponen fungsional dasar dengan entitas pesanan adalah many to many karena 1
jenis komponen fungsional dasar digunakan oleh paling sedikit satu jenis
pesanan atau paling banyak adalah sebanyak jenis pesanan sedangkan satu jenis
pesanan dapat menggunakan minimal satu jenis komponen fungsional dasar atau
sebanyak-banyaknya lebih dari satu jenis komponen fungsional dasar.
Hubungan antara entitas mesin
dengan entitas pesanan adalah many to many karena 1 jenis mesin digunakan oleh
paling sedikit satu jenis pesanan atau paling banyak adalah lebih dari satu
jenis pesanan sedangkan satu jenis pesanan dapat menggunakan minimal satu jenis
mesin atau sebanyak-banyaknya lebih dari satu jenis mesin.
Tabel-tabel data yang
dihasilkan pada data awal ini belum menunjukkan kestabilan karena masih
terdapat anomaly seperti anomaly insert, anomaly delete, dan anomaly modification.
Untuk meminimasi anomaly dan menghasilkan data yang sederhana dan terstruktur
maka dilakukan normalisasi data sebagai berikut :
Normalisasi Pertama
Pada normalisasi pertama akan
ditinjau nilai sesaat dari masing-masing field pada table. Untuk satu jenis Id
komponen fungsi terdapat beberapa dimensi sehingga terdapat multi nilai pada
satu baris untuk tiap jenis Id. Pada normalisasi pertama ini multi nilai ini
dihapuskan dengan mengisi semua nilai Id pada nilai dimensi yang multi nilai
tersebut sehingga akan terdapat baris sebanyak multi nilai pada field dimensi
tersebut.
Normalisasi Kedua
Pada normalisasi kedua semua
field harus tergantung penuh pada primary key sehingga table ini dapat
dianalisa sebagai berikut :
o
Id
komponen fungsi berkaitan dengan nama komponen fungsi, dimensi dan harga.
o
Id
system injection berkaitan dengan nama system
o
Field
yang tergantung pada primary key Id system injection tidak berkaitan dengan Id
komponen fungsi demikian juga sebaliknya sehingga keduanya dapat dipisahkan.
o
Dari
proses ini dihasilkan 2 tabel baru yang diberi nama table Komp_Fgs dan table
Ket_Sis_Inj.
Normalisasi Ketiga
Pada normalisasi ketiga
ketergantungan parsial harus dipisahkan. Pada tahap ini dianalisa table-tabel
hasil normalisasi kedua sebelumnya. Pada table Ket_Sis_Inj field nama system
sudah tergantung penuh terhadap Id Sistem Injection sedangkan pada table
Komponen Fungsi masih terdapat ketergantungan parsial. Ketergantungan parsial
yang terjadi terdapat pada field dimensi dan harga. Field nama komponen fungsi
tergantung penuh Id Komponen Fungsi sedangkan field harga tergantung pada
kombinasi antara Id komponen fungsi dan dimensi sehingga table ini dipisahkan
lagi menjadi table komponen fungsi yang berisi field-field Id Komponen Fungsi,
Dimensi, Harga dan tabel Ket_Komp_Fgs yang berisi Id komponen fungsi dan nama
komponen fungsi. Dalam hal ini terdapat ketergantungan antara system injection
dengan komponen fungsi yaitu bahwa setiap system injection menentukan komponen
fungsi yang digunakan sehingga terdapat tabel baru yang menunjukkan hubungan di
antara keduanya yaitu tabel Hubungan Komponen Fungsi yang berisi field-field
yaitu Id Sistem Injection dengan Id Komponen Fungsi.
Dari Proses normalisasi
tersebut didapat tabel dengan field-field sebagai berikut:
Tahap Perancangan fisik
Pada bagian perancangan logic
tabel yang sudah mengalami normalisasi akan menghasilkan tabel-tabel baru.
Dalam bagian ini tabel-tabel tersebut akan diwujudkan secara fisik yaitu dengan
merancang tabel tersebut di dalam software database yang digunakan untuk
menunjang DSS ini. Rancangan yang dilakukan meliputi komponen tabel beserta
ukuran dan tipe datanya seperti dibawah ini :
Tabel : Tblpesanan
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_pesanan
|
T
|
24
|
Tgl_pesanan
|
D
|
|
Nama_pesanan
|
T
|
30
|
Jenis_pesanan
|
T
|
30
|
Id_Customer
|
T
|
8
|
Id_Mold
|
T
|
5
|
Harga_pesanan
|
C
|
|
Gambar_pesanan
|
T
|
50
|
Gambar_Cetakan
|
T
|
50
|
Catatan
|
M
|
|
Risk
|
D
|
|
Trial
|
D
|
|
Profit
|
D
|
Tabel : Tblcustomer
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_customer
|
T
|
8
|
Nama_customer
|
T
|
30
|
Alamat_customer1
|
T
|
30
|
Alamat_customer2
|
T
|
30
|
Kodepos
|
T
|
5
|
Telepon
|
T
|
16
|
Fax
|
T
|
16
|
Tabel : Metalcav
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_metalcav
|
T
|
5
|
Type
|
T
|
10
|
Dimensi
|
T
|
30
|
Harga
|
C
|
Tabel : Ket_metal
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_metalcav
|
T
|
5
|
Nama_metcav
|
T
|
50
|
Tabel : Ket_plastik
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_plastik
|
T
|
5
|
Namaplastik
|
T
|
50
|
Tabel : Hub_metal
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_plastik
|
T
|
5
|
Id_metalcav
|
T
|
5
|
Tabel : Tbl PesananMetalCav
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_pesanan
|
T
|
24
|
Id_Plastik
|
T
|
5
|
Id_MetalCav
|
T
|
5
|
Harga
|
C
|
|
Jumlah
|
N
|
Tabel : Tblmold
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_mold
|
T
|
5
|
Typemold
|
T
|
10
|
Dim_mold
|
T
|
30
|
Harga_mold
|
C
|
Tabel : Tblkompkhs
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_kompkhs
|
T
|
6
|
Dimensi
|
T
|
30
|
Harga
|
C
|
Tabel : Ket_Komp_Khs
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_kompkhs
|
T
|
6
|
Nama_kompkhs
|
T
|
50
|
Tabel : Ket_Sis_Mek
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_sistmek
|
T
|
5
|
Nama_sistmek
|
T
|
30
|
Tabel : Hub_Komp_khs
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_kompkhs
|
T
|
6
|
Id_Sistmek
|
T
|
5
|
Tabel : Tblpesanankompkhs
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_pesanan
|
T
|
|
Id_sistinj
|
T
|
|
Id_kompkhs
|
T
|
|
Harga
|
C
|
|
Jumlah
|
N
|
Tabel : Tblkompfgs
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_kompfgs
|
T
|
5
|
Dimensi
|
T
|
30
|
Harga
|
C
|
Tabel : Ket_komp_fgs
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_kompfgs
|
T
|
5
|
Nama_Kompfgs
|
T
|
30
|
Tabel : Ket_Sis_Inj
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_sistinj
|
T
|
5
|
Nama_sistinj
|
T
|
30
|
Tabel : Hub_Komp_fgs
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_sistinj
|
T
|
5
|
Id_kompfgs
|
T
|
5
|
Tabel : Tblpesanankompfgs
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_pesanan
|
T
|
24
|
Id_Sistinj
|
T
|
5
|
Id_kompfgs
|
T
|
5
|
Harga
|
C
|
|
Jumlah
|
N
|
Tabel : Tblmesin
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Nama_mesin
|
T
|
30
|
Upah_kerja
|
C
|
|
Overhead
|
C
|
Tabel : Tblpesananmesin
Nama
field
|
Tipe
data
|
Ukuran
|
Id_pesanan
|
T
|
24
|
Nama_mesin
|
T
|
|
Jam_kerja
|
I
|
|
Kesulitan
|
I
|
|
Upah_kerja
|
C
|
|
Biaya_overhead
|
C
|
BAB IV
IMPLEMENTASI
Deskripsi Sistem
A.
Menu Utama
Menu ini merupakan tampilan
pertama ketika program dijalankan. Menu utama terdiri dari 4 submenu yaitu :
-
Submenu Exit
-
Submenu maintenance Database
-
Submenu Transaksi Pesanan
-
Submenu Report
B.
Rincian Sub-submenu
Submenu exit : ini
merupakan fasilitas untuk mengakhiri pelaksanaan program dan kembali ke
windows.
Submenu Maintenance Database : submenu ini menyediakan
fasilitas untuk merubah, menghapus dan menambah isi database. Menu ini sangat
penting karena merupakan fasilitas awal untuk memasukkan seluruh referensi yang
dibutuhkan untuk proses selanjutnya. Di samping itu melalui menu ini pula data
mengenai customer, supplier serta data-data teknik lainnya disimpan dan diremajakan.
Pada menu ini pula model-model penghitungan diarsipkan.
Submenu Transaksi Pesanan : Pada pilihan transaksi pesanan terdapat
beberapa pilihan yang lebih rinci yaitu :
-
Pesanan baru
Disediakan untuk menambah data pesanan cetakan yang
baru. Pemilihan menu ini akan menghadirkan satu form kosong yang dapat diisi
dengan data dari pesanan cetakan yang baru tersebut. Pada umunya pilihan ini
digunakan untuk memasukkan data pesanan cetakan dari jenis yang tidak serupa
dengan yang sudah pernah dibuat sebelumnya.
-
Preview pesanan
Pilihan untuk preview jenis cetakan ini memungkinkan
pengguna untuk melihat secara garis besar jenis-jenis cetakan yang sudah ada. Pada menu ini juga di tampilkan gambar
dari cetakan tersebut. Melalui submenu ini pula, pengguna system dapat melihat
karakteristik cetakan secara terinci. Karakteristik atau komposisi bahan dari
cetakan disajikan secara lengkap dalam suatu form tertentu. Submenu preview ini
juga menampilkan rangkuman data cetakan yang sudah pernah dibuat sebelumnya dan
setiap kali pengguna memilih suatu jenis cetakan tertentu maka system akan
menampilkan data dari cetakan tersebut.
-
Pelaporan
Menu ini memberikan fasilitas untuk pencetakan laporan.
Laporan yang dihasilkan diantaranya adalah laporan yang berisi informasi
mengenai cetakan yang pernah dibuat dalam suatu periode tertentu beserta
spesifikasi dan besarnya biaya pembuatan.
Laporan ini
ditampilkan dalam formulir laporan khusus.
BAB V
UJI COBA
Skenario
Uji Coba
Dalam uraian ini akan diperlihatkan pemakaian
system dengan dua scenario yaitu untuk pemesanan baru dan pemesanan ulang atau
produk yang memiliki bentuk yang hampir sama.
Skenario untuk pesanan baru : pemesanan cetakan jenis tertentu yang belum pernah
dibuat sebelumnya.
Data produk : produk yang akan dibuat adalah cetakan
untuk pembuatan tutup aki. Adapun deskripsi produk serta material yang akan
digunakan adalah sbb :
-
Material
plastik yang akan digunakan adalah polyprophylene
-
Cetakan
ini akan digunakan untuk jangka waktu yang cukup panjang sehingga diharapkan
bahwa cetakan ini dapat bertahan lama. Dengan permintaan tersebut pelanggan
mengisyaratkan bahwa daya tahan cetakan harus dipertimbangkan dengan baik
disamping biaya yang minimum.
-
Cavity yang diminta adalah 4
cavity
Identitas konsumen : di
isi nama dan alamat perusahaan.
Proses Pengolahan Data : Data di atas merupakan input bagi system.
Selanjutnya dilaksnakan proses sebagai berikut :
-
Hidupkan komputer dan jalankan
system, maka pada layar akan tampak Menu Utama seperti telah diuraikan di atas.
-
Dari
menu utama tersebut pilih transaksi pesanan.
-
Dari
pilihan transaksi pesanan, kemudian pengguna memilih preview pesanan untuk
memeriksa apakah jenis produk seperti pesanan tersebut sudah pernah dibuat
sebelumnya atau belum.
-
Dari
form preview pesanan terdapat pilihan jenis produk pesanan, pilihan ini untuk
memudahkan pencarian jenis produk yang akan diperiksa sehingga dapat menghemat
waktu yang diperlukan. Pilihan yang ada terdiri
dari jenis yaitu technical parts dan non
technical parts. Produk yang digolongkan pada non technical parts adalah produk
yang menunjang atau menjadi bagian dalam kebutuhan konsumsi sehari-hari
misalnya tutup botol, piring, dan wadah kecap. Sedangkan untuk technical parts
adalah produk-produk yang digunakan untuk keperluan teknis. Karena vent plug
merupakan produk yang termasuk technical parts maka subpilihan yang dipilih
adalah technical parts.
-
Setelah
menu jenis produk pesanan dipilih, system akan menampilkan semua gambar tiga
dimensi dari produk yang termasuk pada kategori tersebut. Jika dari tampilan
tersebut ditemukan gambar yang sama atau mirip dengan produk pesanan, maka
produk tersebut dapat dijadikan acuan. Tetapi apabila tidak ditemukan produk
yang sesuai atau mirip dengan pesanan tersebut, maka pengguna system dapat
kembali ke menu sebelumnya dengan menekan tombol back. Dalam kasus ini vent
plug dianggap sebagai produk yang baru sama sekali, jadi belum ada referensinya
di dalam system.
-
Berdasarkan
gambar produk yang diinginkan, selanjutnya pengguna merancang suatu gambar
cetakan beserta karakteristik atau spesifikasi yang dipersyaratkan. Diasumsikan produk tersebut memiliki spesifikasi sebagai berikut :
a.
Sistem cetakan : 2 plate
b.
Sistem mekanik cetakan :
ejector
c.
Sistem injection : side cavity
d.
Logam insert yang digunakan
adalah dari jenis stainless steel atau plastic molding steel.
-
Melalui
menu utama tersebut, pengguna kemudian memilih menu transaksi pesanan.
Selanjutnya memilih submenu pesanan. Melalui submenu inilah data-data
spesifikasi cetakan dimasukan.
a. Data yang perlu dimasukan adalah nomor
transaksi dan tanggal penerimaan pesanan beserta identitas customernya. Dalam
simulasi ini cetakan yang akan dibuat diberi nama cetakan rubber plug bencraft.
b. Input untuk system cetakan dipilih
system plate
c. Selanjutnya dimasukkan mold base yang akan
digunakan dalam hal ini mold base yang dipilih adalah standard yaitu 346 x 246.
-
Logam untuk cavity dipilih dari
jenis stainless steel yang terdiri dari :
N-350 Antinit KWB
N-335 Antinit KW 35 M
N-695
Isoextra
A-500 Antinit AS 2 W
A-120 Antinit AS 4 W
-
Jenis Plastic Molding Steel terdiri dari :
M-201 Ecoplus K 456
prehardened
M-238 Ecoplus
prehardened
M-300 Isoplast prehardened
-
Pada setiap jenis metal yang
dipilih akan muncul jenis logamnya misalnya square atau round dan dimensi dari
tiap-tiap jenis logam tersebut. Selanjutnya dari setiap jenis logam dan
dimensinya., pengguna memasukkan jumlah satuan logam yang diinginkannya.
-
Untuk system injection dipilih
side cavity dan system mekanik dipilih system ejector. Dari pilihan side cavity
dari system injection akan muncul pilihan komponen fungsional yang disediakan
yaitu spring, sprue bushing, sprue puller.
-
Dari menu pengguna dapat
mengombinasikan komponen – komponen dari berbagai type yang dianggap memenuhi
persyaratan tentang yang telah diidentifikasikan sebelumnya.
-
Setelah pengguna memasukkan
jenis system yang dipilih selanjutnya komputer akan memunculkan
komponen-komponen khusus yang berkaitan dengan cetakan secara keseluruhan.
-
Langkah selanjutnya adalah
menyusun estimasi jam kerja yang dibutuhkan untuk masing – masing jam kerja.
-
Pengguna kemudian memasukkan
input data umum berupa overhead material yang dikehendaki, dalam hal ini
biasanya berkisar antara 35% sampai 40%, ongkos trial sebesar 10%, charge for
risk sebesar 20% dan keuntungan yang dikehendaki yaitu berkisar pada 50%.
-
Setelah memasukkan data
tersebut, pengguna dapat melihat resume kombinasi yang telah dipilihnya.
-
Pengguna
dapat menyimpan file tersebut dan langsung keluar.
Skenario untuk pesanan yang
sudah pernah dikerjakan : system akan memperlihatkan kemudahan pencarian data proses penghitungan
yang pernah dilakukan sebelumnya. Dalam skenario ini juga termasuk simulasi
bagi pesanan produk yang belum pernah dibuat sebelumnya, akan tetapi memiliki
kemiripan dengan suatu produk yang pernah dibuat sebelumnya dan produk ini
telah tersimpan pada database system.
Proses pengolahan data :
-
Hidupkan komputer dan jalankan
program
-
Dilayar akan muncul menu utama,
selanjutnya pilih submenu preview
pesanan untuk memeriksa apakah produk sejenis sudah pernah dibuat sebelumnya.
-
Pada preview jenis cetakan
dipilih produk jenis technical parts kemudian akan muncul keterangan berbagai
produk dari jenis technical parts yang sudah pernah dibuat sebelumnya lengkap
beserta gambar tiga dimensinya.
-
Kalau untuk pesanan ada kemiripan
dengan produk yang sudah pernah dibuat selanjutnya pengguna dapat langsung
masuk ke file produk yang bersangkutan dengan menekan keterangan pada produk
tersebut. Resume dari data tersebut akan dimunculkan di layar.
-
Pengguna dapat langsung
menggunakan data produk dengan mempertimbangkan tingkat kemiripan di antara
kedua produk tersebut atau melakukan berbagai kombinasi.
-
Tambahan
kombinasi dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pada pesanan baru.
Penyusunan Laporan : pada submenu report
ini pengguna dapat melihat pesanan yang diterima oleh perusahaan dalam suatu
jangka waktu tertentu. Beberapa keterangan yang penting dan biaya yang
dibutuhkan berkaitan dengan spesifikasi cetakan tersebut juga dapat ditampilkan
dalam laporan.
Proses pengolahan data :
-
Hidupkan
komputer dan jalankan program, dilayar akan terlihat menu utama.
-
Melalui
menu utama pengguna dapat memilih pilihan laporan / report. Selanjutnya system
akan menanyakan periode yang diinginkan untuk ditampikan.
-
Pengguna
dapat memasukkan input berupa tanggal awal dan akhir dari periode yang
diinginkan.
-
Setelah
mengisi periode yang diinginkan, program akan menampilkan laporan beupa semua
jenis cetakan yang pernah dibuat dalam kurun waktu tersebut beserta keterangan
biayanya.
-
Untuk
keterangan yang lebih spesifik dari produk cetakan tertentu, pengguna dapat
mencari Id. Transaksi yang terdapat pada report tersebut melalui preview
pesanan. Melalui pilihan ini, system akan menampilkan file cetakan lengkap
dengan informasi spesifikasi produk yang dimaksud.
BAB VI
PENUTUP
System ini dapat membantu perusahaan dan konsumen
untuk menentukan spesifikasi dan estimasi biaya cetakan plastik. Pada simulasi
Sistem Pendukung Keputusan ini diperliatkan bahwa waktu tercepat untuk
menghasilkan 3 kombinasi adala sekitar 30 menit. Pemilihan tiga macam kombinasi
ini dilakukan untuk memberikan dengan keadaan sebelum pemakaian Sistem
Pendukung Keputusan yang berbasis komputer. Hasil ini sangat menggembirakan
karena dengan system manual, untuk menghasilkan 3 kombinasi membutuhkan waktu
kurang lebih 4 jm.
Dengn adanya system ini,
perusahaan tidak perlu melakukan perhitungan ulang bagi pesanan cetakan yang
penah dibuat atau mirip dengan cetakan yang pernah dibuat.
Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa Sistem Pendukung Keputusan ini dapat meningkatkan produktivitas
kerja serta meningkatkan pelayanan kepada konsumen.
BAB VII
DAFTAR PUSTAKA
[1]. Turban, E., dkk, 2003, Decision
Support Systems and Intelligent Syatems (Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem
Cerdas) Jilid 1. Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.
[2]. Henry, S., 2004, Manajemen
Sumber Daya Manusia, Edisi III. Unit Penerbitan dan
Percetakan Akademi
Manajemen PerusahaanYKPN, Yogyakarta


























